Saturday, February 10, 2007

Waspada Leptospirosis

(posted in sekilas info )

Jakarta - Bencana banjir yang telah mereda kini masih menyisakan masalah, salah satunya di bidang kesehatan. Masyarakat (terutama korban banjir) harus mewaspadai munculnya penyakit leptospirosis, yaitu penyakit yang dibawa oleh air kencing tikus.

Menurut penjelasan Dr. Handrawan Nadesul, Leptospirosis sesungguhnya tergolong penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia juga , atau disebut zoonosis. Penyebabnya kuman leptospira. Kuman ini hidup dan berbiak di tubuh hewan. Semua hewan bisa terjangkiti. Paling banyak tikus dan hewan pengerat lainnya, selain hewan ternak. Hewan piaraan, dan hewan liar pun bukan tak mungkin bisa terjangkit juga.

Masa tunas leptospirosis sekitar 10 hari. Dua pekan sehabis banjir reda di Jakarta, saat korban banjir membersihkan bekas endapan banjir, kasus leptospirosis muncul. Boleh jadi kuman ada dalam air kotor yang disisakan banjir.baca

Pada kasus-kasus awal mungkin dokter tidak menduga ada leptospirosis. Penyakit ini tidak lazim dan mungkin terlupakan, sebab belum tercatat ada jangkitannya di Jakarta. Itu sebab pada kasus-kasus awal bisa bisa jadi dokter luput mendiagnosis, sehingga pasien terlambat diberi antibiotika. Jika terlambat diobati, komplikasi leptospirosis merusak ginjal, selain hati dan otak.

Menyerupai Flu

"Pada hewan yang terjangkit mungkin tak muncul gejala apa-apa, pada manusia menyerupai gejala flu (flu-like sympton)"

Dimulai dengan demam menggigil, pegal linu, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, batuk kering , mual-muntah, sampai mencret-mencret. Jika pada tahapan ini tidak diobati gejala bertambah parah dan tampak lebih khas.

Oleh karena menyerang hati, pada stadium lanjut muncul gejala penyakit kuning. Kulit dan putih mata menjadi kekuningan , selain tampak pula mata merah layaknya sedang sakit mata. Demam, kuning dan mata merah, dianggap khas pada leptosprirosis. Adakalanya terjadi perdarahan. Dokter mendengar bunyi para-paru abnormal, dan kemungkinan kulit meruam merah.

Seseorang yang dicurigai leptospirosis jika pemeriksaan laboratorium urin dan darahnya menunjukkan hasil abnormal. Fungsi ginjal dan hati terganggu, selain sel darah putih menurun. Namun yang lebih pasti diperoleh dari hasil pemeriksaan serologis (di Jakarta Rp 50.000 sekali periksa). Memang bisa juga dilakukan pembiakan kuman dari urin, darah, atau cairan otak. Namun perlu waktu dua minggu, dan kumannya sendiri tergolong bersifat lamban bertumbuh. Maka paling praktis memang masih pemeriksaan darah.

Gejala leptospirosis menjadi lebih berat jika tidak diobati atau obatnya salah alamat. Selain komplikasi ke hati menimbulkan gejala penyakit kuning, komplikasi ke selaput otak menimbulkan gejala nyeri kepala, kejang-kejang, leher kaku, dan penurunan kesadaran. Komplikasi ke ginjal umumnya bersifat fatal. Angka kefatalan penyakit leptospirosis mencapai 5 persen, artinya 5 dari setiap 100 kasus bisa tewas.

Mudah Diobati

"Leptospirosis bukan penyakit ganas. Obatnya mudah didapat dan murah."

Hanya saja karena di awal-awal kasusnya mungkin luput didiagnosis, saking tidak lazim dan terlupakan, pengobatan yang tepat mungkin terlambat diberikan. Namun kini, ketika Jakarta tengah dijangkiti penyakit ini, dokter terfokus untuk berpikir dan melacak penyakit ini.

Begitu juga yang harus dipikirkan jika ada keluhan dan gejala yang mengarah pada leptospirosis di daerah-daerah pascabanjir lain. Setiap keluhan dan gejala flu harus dicurigai sebagai awal leptospirosis.

Pada beberapa kasus, nyeri sendi, nyeri otot, bisa lebih menonjol. Susahnya, pada flu pun bisa begitu juga. Bedanya pada kasus leptospirosis hati dan limpa ikut membengkak juga, sedang pada flu tidak. Maka setiap kali ada pasien memperlihatkan tanda-tanda dan gejala flu di wilayah yang tengah berjangkit leptospirosis, harus lebih mencurigai kemungkinan leptospirosis. Leptospirosis sudah harus dipikirkan sebab bisa fatal jika tidak tepat diobati.

Selain antibiotika golongan penicilline, kuman juga peka terhadap streptomycine, chloramphenicol dan erythromycine. Harga jenis antibiotika klasik ini tergolong tidak tinggi, selain mudah didapat, bahkan di Puskesmas sekali pun.

Jika diobati selagi masih dini, prognosis leptospirosis umumnya baik. Bisa lain nasib pasien jika terapi terlambat diberikan. Sudah disebut komplikasi leptospirosis paling jelek jika sudah merusak ginjal , selain hati, dan otak.

Cara Pencegahan

"Kuman leptospira mampu bertahan hidup bulanan di air dan tanah, dan mati oleh desinfektans seperti lisol."

Maka upaya "lisolisasi" seluruh permukaan lantai , dinding, dan bagian rumah yang diperkirakan tercemar air kotor banjir yang mungkin sudah berkuman leptospira, dianggap cara mudah dan murah mencegah "mewabah"-nya leptospirosis.

Selain sanitasi sekitar rumah dan lingkungan, higiene perorangannya dilakukan dengan menjaga tangan selalu bersih. Selain terkena air kotor, tangan tercemar kuman dari hewan piaraan yang sudah terjangkit penyakit dari tikus atau hewan liar. Hindari berkontak dengan kencing hewan piaraan.

Biasakan memakai pelindung, seperti sarung tangan karet sewaktu berkontak dengan air kotor, pakaian pelindung kulit, beralas kaki, memakiai sepatu bot, terutama jika kulit ada luka, borok, atau eksim. Biasakan membasuh tangan sehabis menangani hewan, trenak, atau membersihkan gudang, dapur, dan tempat-tempat kotor.

Hewan piaraan yang terserang leptospirosis langsung diobati , dan yang masih sehat diberi vaksinasi. Vaksinasi leptospirosis tidak berlaku bagi manusia. Di AS sejak Desember 2000 lalu, ada anjuran bagi orang yang berisiko terjangkit leptospirosis diberikan seminggu antibiotika (dipilih golongan doxycycline) sebagai upaya pencegahan.

Tikus rumah perlu dibasmi sampai ke sarang-sarangnya. Begitu juga jika ada hewan pengerat lain. Jangan lupa bagi yang aktivitas hariannya di peternakan, atau yang bergiat di ranch. Kuda, babi, sapi, bisa terjangkit leptospirosis, selain tupai, dan hewan liar lainnya yang mungkin singgah ke peternakan dan pemukiman, atau ketika kita sedang berburu, berkemah, dan berolahraga di danau atau sungai.

Leptospirosis tidak menular langsung dari pasien ke pasien. Kencing hewan berpenyakit leptospirosis di air, makanan, dan tanah, yang menjadi ajang penularan penyakit hewan ini terhadap tubuh manusia.

"Kebersihan perorangan menentukan terjangkit tidaknya seseorang di tengah ancaman lingkungan rumah sehabis banjir."

(Sumber : Depkes & Kompas Cyber Media)

Read More......

Friday, February 09, 2007

Merayakan Valentine Day, Berarti Ikut Menuhankan Yesus

(posted in tsaqofah)

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.baca

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.(Rz)
Sumber : eramuslim

Read More......

Thursday, February 08, 2007

Hidayat Nurwahid Dikira Warga Pejaten Petugas Posko Banjir

(posted in sekilas info)

Jakarta - Meski sering muncul di media massa, namun sosok ketua MPR Hidayat Nurwahid ternyata tidak dikenali semua warga Jakarta. Saat mengunjungi korban banjir di RW 7 dan 8 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa warga mengira Hidayat Nurwahid sebagai petugas posko banjir.

"Pak, posko banjir dimana?" tanya seorang ibu berkerudung dan berbaju safari kepada Hidayat, Kamis (8/2/2007)

Hidayat pun celingukan. "Kayaknya di atas, Bu." jawab Hidayat.baca

Seorang anggota Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) yang mendampingi Hidayat langsung menjelaskan kalau Hidayat adalah ketua MPR. Mendengar penjelasan itu, si Ibu malu dan putar balik.

Si Ibu tidak keliu mengira Hidayat rakyat biasa yang tengah menjadi warga petugas posko banjir. Sebab, meski Hidayat pejabat negara, namun tidak ada pengawalan ekstra terhadapnya. Hidayat juga berpenampilan sederhana, yaitu kemeja putih lengan pendek, topi putih, sepatu boot, dan bercelana hitam.

Hidayat juga menyapa beberapa ibu yang berada di seberang gang yang dipenuhi lumpur setinggi paha. "Ibu bagaimana? Selamat kan? Sabar ya?".

Para ibu itu hanya bengong sambil bertanya-tanya, siapa pula pria yang menyapa mereka itu. Hidayat rupanya tahu mereka tidak mengenalnya. Karena itu ia buru-buru mengimbuhi. "Saya Hidayar Nurwahid, Ketua MPR." ujar pria Klaten itu sambil membuka topinya agar mudah dikenali.

Ibu-ibu korban banjir itu langsung menyahut, "Ooo..." Mereka pun langsung minta bantuan. "Pak minta bantuan makanan dan obat-obatan dong." seru mereka.

"O sudah ada Bu, di atas. Di Masjid al Makmur."

Bersih-bersih Masjid

Hidayat datang ke lokasi sejak pukul 13.30 WIB dan ikut membersihkan Masjid Al Makmur. Pada pukul 14.00, pria low profile itu melihat jembatan gantung yang putus sejak Sabtu 3 Februari. Jembatan yang menyebrangi sungai Ciliwung tersebut merupakan penghubung pemukiman warga.

Hidayat lantas melewati jalan-jalan yang masih tertutup lumpur setinggi mata kaki. Dia menyemangati warga yang sedang bersih-bersih. " Bapak, Ibu...Sabar ya." ujarnya.
( Sumber : detikcom )

Read More......

Wednesday, February 07, 2007

Korban Banjir Protes Menko Kesra

(posted in sekilas info)

Jakarta - Hujan lebat yang mengguyur ibukota Jakarta sejak awal Februari lalu mengakibatkan sekitar 70% wilayah jakarta terendam banjir dengan jumlah pengungsi meningkat mendekati angka 150.000 dan korban meninggal mencapai 20 orang. Kerusakan akibat banjir yang dinilai lebih dahsyat dari banjir tahun 2002 lalu ini pun tak pelak memberi dampak yang hebat pula di berbagai bidang pasca banjir.

Jika dibandingkan dengan banjir 2002 lalu, arus air yang masuk ke Jakarta lebih rendah, tetapi kemampuan pembuangan dan penyerapan air jauh lebih rendah lagi. Sehingga pada 4 Februari 2007, pintu air Manggarai terpaksa dibuka karena arus air sungai Ciliwung meningkat.

Ratusan korban banjir yang merupakan warga Cipinang, Jakarta Timur, pada hari Rabu (7/2/2007) berunjuk rasa di depan gedung DPR/MPR. Merka memprotes pernyataan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie yang mengatakan masalah banjir di Jakarta terlalu dibesar-besarkan oleh pers.

" Saya kira masalahnya perlu kita tangani, tetapi tidak perlu dibesar-besarkan...toh kita lihat para korban masih bisa tertawa dan sebagainya." (Aburizal, 7/2/2007)

Pernyataan Menko Kesra, Aburizal Bakrie ini menjadi sorotan anggota DPR. Ketua DPR, Agung Laksono menilai pernyataan Aburizal sebagai wujud ketidakpekaan pejabat terhadap penderitaan rakyat. Padahal seperti yang diketahui, banjir telah merendam hampir 70% wilayah Jakarta dan masih belum surut di beberapa wilayah hingga saat ini.
( Sumber : SCTV & Suara Pembaruan )

Read More......

Thursday, January 18, 2007

Komisi Energi Bentuk Panja Cost Recovery

(posted in sekilas info)


Fraksi-PKS Online: Komisi VII DPR RI yang membidangi energi dan sumber daya mineral akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Cost Recovery. Pembentukan Panja ini dilatarbelakangi meningkatnya biaya pemulihan yang harus ditanggung pemerintah pada setiap kegiatan pertambangan minyak dan gas (migas) beberapa tahun terakhir.

"Dalam Undang-undang Migas Cost Recovery tidak jelas batasannya. Buntutnya banyak sekali jenis biaya yang dimasukkan ke dalam cost recovery. Angkanya dari tahun ke tahun menjadi semakin fantastis padahal produksi kian menurun," kata Anggota Komisi VII M. Idris Luthfi di Jakarta, Jumat (12/1). baca

Diantara biaya yang selama ini menjadi beban cost recovery menurut Idris ini adalah biaya kegiatan kemasyarakatan (Community Development/ CD). Padahal mestinya CD menjadi tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat setempat yang biayanya dikeluarkan dari laba.

Ketidakjelasan batasan cost recovery masih menurut Idris juga menyebabkan munculnya polemik tentang siapa yang menanggung kerugian akibat luapan lumpur panas Sidoarjo. Komisi VII sendiri menuntut agar semua biaya yang harus ditanggung akibat semburan lumpur adalah operator dalam hal ini Lapindo Brantas, Inc.

Kenyataannya, Lapindo akan mengklaim biaya untuk mengatasi masalah pasca semburan lumpur kepada pemerintah melalui mekanisme biaya pemulihan. Ini terungkap dalam Laporan Keuangan Triwulan III 2006 PT Energi Mega Persada Tbk yang disampaikan ke Bursa Efek Jakarta (Kompas, 9/1).

Akan dimasukkannya biaya yang dikeluarkan Lapindo dalam mengatasi semburan ke dalam cost recovery, kata Idris, sudah diprediksikan sebelumnya. "Ini yang kita khawatirkan bila status hukum Lapindo tidak juga ditetapkan."

Menurut politisi PKS ini membebankan seluruh biaya pasca semburan lumpur kepada Lapindo memang tidak realistis. Panitia Anggaran sendiri berencana membahas dimungkinkannya biaya pemulihan infrastruktur di Sidoarjo kepada APBN Perubahan 2007. "Tetapi akan sangat disesalkan bila pemulihan pipa Pertamina, listrik, telepon, hingga jalan tol akan mengesankan bahwa Lapindo tidak bersalah. Mereka jelas harus bertanggungjawab karena bagaimana pun bencana ini disebabkan kelalaian manusia dalam mengabaikan teknik-teknik pertambangan. "

Lebih lanjut Idris mengatakan dengan dibentuknya Panja nantinya ketentuan Cost Recovery akan jelas. Bahkan bila dianggap signifikan Komisi VII akan mendorong dilakukannya revisi Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.

Menteri Layak Diganti

Idris menilai Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro layak untuk diganti. Selain kebijakannya yang dianggap tidak sejalan dengan Undang-undang Migas, Purnomo juga dinilai telah gagal melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Beberapa hal yang menjadi patokan kegagalan Purnomo menurut Idris adalah tidak diterbitkannya beberapa Peraturan Pemerintah yang berdampak pada terhambatnya pembangunan. Diantaranya PP tentang kaidah teknik dalam pertambangan dan keselamatan kerja yang diamanahkan Undang-undang Migas serta PP tentang Undang-undang Panas Bumi.

Belum terbitnya dua PP dari Undang-undang Migas, kata Aleg asal Sumatera Utara ini, turut menyebabkan sulitnya menentukan status hukum Lapindo. "Kalau ada PP itu sebenarnya bisa dipastikan bahwa Lapindo bertanggungjawab, tidak usah berdebat apakah masuk cost recovery atau tidak."

Kegagalan Purnomo lainnya dalam penilaian Idris adalah kekacauan distribusi minyak tanah dan ketidakbecusannya dalam mendongkrak investasi di bidang energi. (fpks-dpr-ri.com/150107)

Read More......

Wednesday, January 17, 2007

Luthfi Hasan Ishaaq, MA: Obligasi Syariah Potensial Tarik Investor Timur Tengah

( posted in Parlementaria )

Jakarta- Hampir bisa dipastikan, setiap tawaran investasi luar negeri yang datang selalu punya agenda politik yang merepotkan bangsa Indonesia. Padahal, investasi yang diharapkan adalah investasi yang memang murni bisnis tanpa ada titipan agenda-agenda politik, sehingga negara tetap bisa berjalan dengan agenda strategis sendiri untuk keberlangsungan pembangunan di Indonesia.

"Untuk mendatangkan investor dari Timur Tengah perlu disiapkan instrumen investasi yang comfortable, aman, dan diminati. Perlu juga menutup kemungkinan intervensi agenda politik dari pihak luar," kata anggota Komisi XI DPR, Luthfi Hasan Ishaaq di Jakarta, Senin (15/1)

Luthfi menjelaskan, instrumen investasi yang paling ampuh menarik investor Timur Tengah adalah sukuk (obligasi syariah). Menurutnya, Sukuk sangat prospektif bagi Indonesia. Investor Timur Tengah diketahui lebih suka memilih sukuk untuk menanamkan modalnya.baca

Indonesia termasuk yang paling lambat menangkap peluang sumber pembiayaan ini. Padahal, Dewan Syariah Nasional (DSN) sudah mengeluarkan fatwa perihal sukuk, namun hingga kini belum bisa menerbitkan SUN syariah, untuk menembus pasar dunia (sovereign sukuk). "Belum adanya landasan hukum berupa UU SUN Syariah. Ini cukup menghambat," katanya.

Hal itu, membuat investor Timur Tengah tidak merasa nyaman menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal, pasca penarikan modal besar-besaran yang dilakukan oleh negara-negara Timur Tengah dari Amerika akibat peristiwa WTC, peluang untuk menarik dana tersebut ke Indonesia terbuka lebar.

Sebenarnya, jika bisa dikeluarkan, dalam lima tahun ke depan, Luthfi optimis sukuk bisa menggantikan posisi dana dari Consultative Group for Indonesia (CGI) untuk membiayai program-program pembangunan di Indonesia. Penerbitan berbagai Sovereign Sukuk akan berimplikasi langsung bagi pertumbuhan perekonomian, karena umumnya digunakan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur.

"Pemerintah perlu memprioritaskan penerbitan sukuk. Caranya, segera selesaikan RUU SUN syariah bersama DPR," tandas aleg PKS asal Jawa Timur itu.

Luthfi mengemukakan sejumlah alasan mengapa pemerintah perlu menerbitkan sukuk. Pertama, perusahaan Indonesia belum banyak dikenal di pasar global sehingga pemahaman investor akan risiko masing-masing individu sangat minim. Masuknya pemerintah dalam pasar obligasi akan mendorong investor mengetahui lebih jauh bukan saja tentang risiko investasi di Indonesia, namun juga risiko beberapa perusahaan di Indonesia.

Alasan kedua, penerbitan obligasi syariah oleh pemerintah meningkatkan comfort level investor global karena merefleksikan adanya perangkat ketentuan hukum yang pasti. Sebagian investor sampai saat ini masih menunggu adanya dasar hukum yang kuat untuk obligasi syariah. Terbitnya SUN syariah dapat dijadikan rujukan perlakuan hukum oleh (principle of legal security).

Ketiga, untuk dapat "terlihat" di pasar global, jumlah obligasi yang diterbitkan harus cukup signifikan, misalnya 1 juta dolar AS. Diakui pada level global jumlah tersebut belum dapat dikatakan besar. "Jadi patut kita sayangkan, bila pemerintah lamban. Apalagi dengan perkembangan pasar sukuk yang pesat," katanya beralasan. (fpks-dpr-ri.com/150107)

Read More......

Tuesday, January 16, 2007

Pesan Al-Qardhawi untuk Aktifis Islam di Parlemen: Jangan Terlambat Datang Sidang

(posted in sekilas info)


Jakarta - Itulah pesan al-Qaradhawi yang cukup penting pada para aktifis Islam yang kini duduk di parlemen, sebelum ulama dunia itu mengakhiri kunjungannya ke Indonesia. Pesan itu berawal ketika al-Qaradhawi melontarkan pertanyaan, "Untuk saudara yang di parlemen, apakah ada pertanyaan atau hal yang ingin ditanyakan?" .

Ulama internasional itu bertanya kepada para pengantarnya yang sebagian besar dari anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera di Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Jum'at (12/1) malam.
baca
Tak pelak, kesempatan itu dimanfaatkan anggota Komisi VIII Djalaluddin Asysyatibi. "Kami anggota DPR dan juga mubalig dan khotib, kadang-kadang ada undangan untuk menyampaikan ceramah agama dan khutbah, mana yang harus diprioritaskan sementara kami juga punya jadwal di parlemen?" tanya Asysyatibi.

Sebelum menjawab pertanyaan, Al-Qardhawi menyela, "Apakah keduanya bertabrakan? " Lalu Asysyatibi mengiyakan dan menjelaskan bahwa terkadang bertabrakan antara kehadiran di parlemen dengan penyampaian ceramah di luar parlemen.

Lebih lanjut ulama yang bermukim di Qatar itu menjelaskan secara panjang lebar, "Kehadiran Anda di parlemen wajib dan tak seorang pun dapat menggantikannya. Khutbah mungkin seseorang bisa menggantikannya. Jadi, Anda wajib mengerjakan tugas Anda di parlemen. Jangan terlambat. Ikuti sidang-sidang, ikuti tema-tema (sidang), siapkan tema-tema itu".

"Saya nasehatkan bagi anggota parlemen aktifis Islam agar bersiap-siap berdiskusi di mana mereka harus punya pertemuan secara bersama-sama, dan di sana mereka berdiskusi tentang masalah-masalah politik, masalah ekonomi, masalah wawasan, pendidikan, kesehatan. Mereka harus punya pertemuan itu dan mereka harus meminta bantuan para pakar. Mereka bukanlah pakar dalam segala hal. Seperti dalam pendidikan maka mereka memanggil pakar pendidikan dan bertanya kepada mereka apa yang harus mereka lakukan. Masalah ekonomi, mereka hendaknya memanfaatkan pakar ekonomi sehingga mereka dapat merealisasikan program-programnya. Inilah yang diperlukan."

Saat ditanyakan apa prioritas aktifis Islam di parlemen, Al-Qardhawi mengatakan bahwa setiap negara, wilayah, daerah pemilihan dan tahapan itu punya prioritas tersendiri. Kendati demikian, ulama yang juga penulis produktif itu memberikan standar prioritas itu, yakni bagaimana prioritas itu benar-benar menyentuh kepentingan banyak orang, bukan segelintir orang.

"Prioritas itu harus didasarkan kepada ketercakupan untuk semua, seperti menuntaskan buta huruf. Buta huruf itu munkar. Munkar itu tidak hanya minuman keras, zina, pencurian. Demikian juga munkar dari sisi politik. Kecurangan dalam Pemilu itu munkar. Membelenggu kebebasan itu munkar. Keterbelakangan itu munkar, " ujar dia.

Sebelum menutup percakapannya dengan para pengantar, ulama berusia 81 tahun itu memimpin doa bersama, agar ummat Islam terhindar dari makar musuh-musuh Islam, agar ummat Islam di Palestina dan Irak diberikan pertolongan. (eramuslim.com/160107)

Read More......

Monday, January 15, 2007

PKS Intruksikan Kadernya Kembalikan Dana Rapelan 2006

(posted in sekilas info)


Jakarta- PKS menginstruksikan pada seluruh kadernya yang duduk di DPRD untuk mengembalikan dana rapelan tunjangan anggota DPRD selama tahun 2006 kepada konstituen, menyusul keluarnya PP 37/2006.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS menginstruksikan pada seluruh kadernya yang duduk di DPRD di seluruh Indonesia untuk mengembalikan dana rapelan tunjangan anggota DPRD selama tahun 2006 kepada konstituen, menyusul keluarnya PP 37/2006 yang mengatur pemberian rapel tunjangan kepada anggota DPRD.
baca
Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan PKS kepada masyarakat yang masih mengalami kondisi krisis seperti kelaparan, kemiskinan dan bencana yang terjadi secara beruntun.

Kepada pers, Presiden DPP PKS Tifatul Sembiring mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan rendahnya empati para pemimpin bangsa ini kepada masyarakat miskin yang tengah ditimpa bencana bertubi-tubi.

Pengembalikan dana rapelan itu kepada masyarakat kata Tifatul dapat beragam caranya sesuai kebutuhan masyarakat." Kalau di area bencana, uang itu bisa dibelikan makanan, pakaian, atau kebutuhan lain," jelas Tifatul. Karenanya dirinya menegaskan bahwa tidak boleh ada anggota DPRD dari PKS yang menggunakan sepeser pun dana itu untuk kepentingan pribadi.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Bidang Politik DPP PKS Zulkieflimansyah. Menurutnya, dalam kendisi seperti saat ini tidak layak pejabat mempertontonkan kemewahan dan hidup berfoya-foya dengan tunjangan yang besar. (pk-sejahtera.org/150106)

Read More......

Saturday, January 13, 2007

Zakat Profesi, 2,5 % kah?

(posted in konsultasi syrar'ah)

Pertanyaan :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz, saya masih bingung pada permasalahan 2,5% dari penghasilan yang dikatakan sampai nisab, yang dikeluarkan untuk zakat. Atau lebih sering kita dengar dengan zakat penghasilan. Saya mohon penjelasan tentang dasar atau dalilnya. Dan bagaimana perhitungan nisabnya? Jazakallah khairan.
Noor Hidayat Bin Iskandar Aziz
ibnu_aziz at eramuslim.com

Jawaban :
baca
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Istilah zakat profesi belum dikenal di zaman Rasulullah SAW bahkan hingga masa berikutnya selama ratusan tahun. Bahkan kitab-kitab fiqih yang menjadi rujukan umat ini pun tidak mencantumkan bab zakat profesi di dalamnya.

Wacana zakat profesi itu merupakan ijtihad pada ulama di masa kini yang nampaknya berangkat dari ijtihad yang cukup memiliki alasan dan dasar yang juga cukup kuat.
Salah satunya adalah rasa keadilan seperti yang anda utarakan tersebut. Harus diingat bahwa meski di zaman Rasulullah SAW telah ada beragam profesi, namun kondisinya berbeda dengan zaman sekarang dari segi penghasilan.

Dalam masalah ketentuan harta yang wajib dizakati, memang ada perbedaan cara pandang di kalangan ulama. Ada kalangan yang

a. Argumen Penentang Zakat Profesi
Mereka mendasarkan pandangan bahwa masalah zakat sepenuhnya masalah ubudiyah, sehingga segala macam bentuk aturan dan ketentuannya hanya boleh dilakukan kalau ada petunjuk yang jelas dan tegas atau contoh langsung dari Rasulullah SAW. Bila tidak ada, maka tidak perlu membuat-buat.

Di antara mereka yang berada dalam pandangan seperti ini adalah fuqaha kalangan zahiri seperti Ibnu Hazm dan lainnya dan juga jumhur ulama. Kecuali mazhab hanafiyah yang memberikan keluwasan dalam kriteria harta yang wajib dizakati.

Umumnya ulama hijaz dan termasuk juga Dr. Wahbah Az-Zuhaily pun menolak keberadaan zakat profesi sebab zakat itu tidak pernah dibahas oleh para ulama salaf sebelum ini. Umumnya kitab fiqih klasik memang tidak mencantumkan adanya zakat profesi.
Apalagi di zaman Rasulullah dan salafus sholeh sudah ada profesi-porfesi tertentu yang mendapatkan nafkah dalam bentuk gaji atau honor. Namun tidak ada keterangan sama sekali tentang adanya ketentuan zakat gaji atau profesi. Bagaimana mungkin sekarang ini ada dibuat-buat zakat profesi.

b. Argumen Pendukung Zakat Profesi
Profesi di masa lalu memang telah ada, namun kondisi sosialnya bebeda dengan hari ini. Menurut para pendukung zakat profesi, yang menjadi acuan dasarnya adalah kekayaan seseroang. Menurut analisa mereka, orang-orang yang kaya dan memiliki harta saat itu masih terbatas seputar para pedagang, petani dan peternak.

Ini berbeda dengan zaman sekarang, di mana tidak semua pedagang itu kaya, bahkan umumnya peternak dan petani di negeri ini malah rata-rata hidup miskin. Sebaliknya, profesi orang-orang yang dahulu tidak menghasilkan sesuatu yang berarti, kini menjadi profesi yang membuat mereka menjadi kaya dengan harta berlimpah. Penghasilan mereka jauh melebihi para pedagang, petani dan peternak dengan berpuluh kali bahkan ratusan kali. Padahal secara teknis, apa yang mereka kerjakan jauh lebih simpel dan lebih ringan dibanding keringat para petani dan peternak itu.

Inilah salah satu pemikiran yang mendasari ijtihad para ulama hari ini untuk menetapkan zakat profesi yang intinya adalah azas keadilan. Namun dengan tidak keluar dari mainframe zakat itu sendiri yang filosofinya adalah menyisihkan harta orang kaya untuk orang miskin.

Yang berubah adalah fenomena masyarakatnya dan aturan dasar zakatnya adalah tetap. Karena secara umum yang wajib mengeluarkan zakat adalah mereka yang kaya dan telah memiliki kecukupan. Namun karena kriteria orang kaya itu setiap zaman berubah, maka bisa saja penentuannya berubah sesuai dengan fenomena sosialnya.

Di zaman itu, penghasilan yang cukup besar dan dapat membuat seseorang menjadi kaya berbeda dengan zaman sekarang. Di antaranya adalah berdagang, bertani dan beternak. Sebaliknya, di zaman sekarang ini berdagang tidak otomatis membuat pelakunya menjadi kaya, sebagaimana juga bertani dan beternak. Bahkan umumnya petani dan peternak di negeri kita ini termasuk kelompok orang miskin yang hidupnya serba kekuarangan.

Sebaliknya, profesi-profesi tertentu yang dahulu sudah ada, tapi dari sisi pemasukan, tidaklah merupakan kerja yang mendatangkan materi besar. Dan di zaman sekarang ini terjadi perubahan, justru profesi-profesi inilah yang mendatangkan sejumlah besar harta dalam waktu yang singkat. Seperti dokter spesialis, arsitek, komputer programer, pengacara dan sebagainya. Nilainya bisa ratusan kali lipat dari petani dan peternak miskin di desa-desa.

Perubahan sosial inilah yang mendasari ijtihad para ulama hari ini untuk melihat kembali cara pandang kita dalam menentukan: siapakah orang kaya dan siapakah orang miskin?

Intinya zakat itu adalah mengumpulkan harta orang kaya untuk diberikan pada orang miskin. Di zaman dahulu, orangkaya identik dengan pedagang, petani dan peternak. Tapi di zaman sekarang ini, orang kaya adalah para profesional yang bergaji besar. Zaman berubah namun prinsip zakat tidak berubah. Yang berubah adalah realitas di masyarakat. Tapi intinya orang kaya menyisihkan uangnya untuk orang miskin. Dan itu adalah intisari zakat.

Sehingga dalam keyakinan mereka, bila para ulama terdahulu menyaksikan realita sosial di hari ini, mereka akan terlebih dahulu menambahkan bab zakat profesi dalam kitab-kitab mereka.

Bila dikaitkan bahwa zakat berkaitan dengan masalah ubudiyah, memang benar. Tapi ada wilayah yang tidak berubah secara prinsip dan ada wilayah operasional yang harus selalu menyesuaikan diri dengan zaman.

Prinsip yang tidak berubah adalah kewajiban orang kaya menyisihkan harta untuk orang miskin. Dan wajib adanya amil zakat dalam penyelenggaraan zakat. Dan kententuan nisab dan haul dan seterusnya. Semuanya adalah aturan `baku` yang didukung oleh nash yang kuat.

Tapi menentukan siapakah orang kaya dan dari kelompok mana saja, harus melihat realitas masyarakat. Dan ketika ijtihad zakat profesi digariskan, para ulama pun tidak semata-mata mengarang dan membuat-buat aturan sendiri. Mereka pun menggunakan metodologi fikih yang baku dengan beragam qiyas atas zakat yang sudah ditentukan sebelumnya.

Adanya perkembangan ijtihad justru harus disyukuri karena dengan demikian agama ini tidak menjadi stagnan dan mati. Apalagi metodologi ijtihad itu sudah ada sejak masa Rasulullah SAW dan telah menunjukkan berbagai prestasinya dalam dunia Islam selama ini. Dan yang paling penting, metode ijtihad itu terjamin dari hawa nafsu atau bid`ah yang mengada-ada.

Pada hakikatnya, kitab-kitab fiqih karya para ulama besar yang telah mengkodifikasi hukum-hukum Islam dari Al-Quran dan As-Sunnah adalah hasil ijtihad yang gemilang yang menghiasi peradaban Islam sepanjang sejarah. Semua aturan ibadah mulai dari wudhu`, shalat, puasa, haji dan zakat yang kita pelajari tidak lain adalah ijtihad para ulama dalam memahami nash Al-Quran dan As-Sunnah.

Kehidupan manusia sudah mengami banyak perubahan besar. Dengan menggunakan pendekatan seperti itu, maka hanya petani gandum dan kurma saja yang wajib bayar zakat, sedangkan petani jagung, palawija, padi dan makanan pokok lainnya tidak perlu bayar zakat. Karena contoh yang ada hanya pada kedua tumbuhan itu saja.

Sementara disisi lain ada kalangan yang melakukan ijtihad dan penyesuaian sesuai dengan kondisi yang ada. Mereka misalnya mengqiyas antara beras dengan gandum sebagai sama-sama makanan pokok, sehingga petani beras pun wajib mengeluarkan zakat.
Bahkan ada kalangan yang lebih jauh lagi dalam melakukan qiyas, sehingga mereka mewajibkan petani apapun untuk mengeluarkan zakat. Maka petani cengkeh, mangga, bunga-bungaan, kelapa atau tumbuhan hiasan pun kena kewajiban untuk membayar zakat. Menurut mereka adalah sangat tidak adil bila hanya petani gandunm dan kurma saja yang wajib zakat, sedangkan mereka yang telah kaya raya karena menanam jenis tanaman lain yang bisa jadi hasilnya jauh lebih besar, tidak terkena kewajiban zakat.Di antara mereka yang berpendapat seperti ini antara lain adalah Al-Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya.

Dan ide munculnya zakat profesi kira-kira lahir dari sistem pendekatan fiqih gaya Al-Hanafiyah ini, di mana mereka menyebutkan bahwa kewajiban zakat adalah dari segala rizki yang telah Allah SWT berikan sehingga membuat pemiliknya berkecukupan atau kaya.

Dan semua sudah sepakat bahwa orang kaya wajib membayar zakat. Hanya saja menurut kalangan ini, begitu banyak terjadi perubahan sosial dalam sejarah dan telah terjadi pergeseran besar dalam jenis usaha yang melahirkan kekayaan.

Dahulu belum ada dokter spesialis, lawyer atau konsultan yang cukup sekali datang bisa mendapatkan harta dalam jumlah besar dan mengalir lancar ke koceknya. Misalnya seorang dokter spesialis yang berpraktek hanya dalam hitungan menit, tapi honornya berjuta. Dibandingkan dengan petani di kampung yang kehujanan dan kepanasan sedangkan hasilnya pas-pasan bahkan sering nombok, maka alangkah sangat tidak adilnya agama ini, bila si petani miskin wajib bayar zakat sedangkan dokter spesialis itu bebas dari beban.

Karena itulah mereka kemudian merumuskan sebuah pos baru yang pada dasarnya tidak melanggar ketentuan Allah SWT atas kewajiban bayar zakat bagi orang kaya. Hanya saja sekarang ini perlu dirumuskan secara cermat, siapakah orang yang bisa dibilang kaya itu. Dan para profesional itu tentu berada pada urutan terdepan dalam hal kekayaan dibandingkan dengan orang kaya secara tradisional yang dikenal di zaman dahulu. Untuk itu agar mereka ini juga wajib mengeluarkan zakat, maka pos zakat mereka itu disebut dengan zakat profesi.

Dan bila dirunut ke belakang, sebenarnya zakat profesi ini bukanlah hal yang sama sekali baru, karena ada banyak kalangan salaf yang pernah menyebutkannya di masa lalu meski tidak/ belum populer seperti di masa kini.

Namun begitulah, kita tahu bahwa di dalam tubuh umat ini memang ada khilaf dalam cara pandang terhadap masalah zakat, sehingga ada yang mendukung zakat profesi di satu pihak karena lebih logis dan nalar dan di pihak lain menentangnya karena dianggap tidak ada masyru`iyahnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Read More......

Friday, January 12, 2007

PKS Prambulih Lakukan Forgging DBD

(posted in sekilas info)


Prambulih - Ternyata tak semua daerah mendapatkan fogging, sosialisasi maupun penyuluhan demam berdarah dengue (DBD) dari Dinkes Prabumulih. Salah satunya di wilayah pinggiran Kota Prabumulih di Talang Padang dan Simpang Tugu Nanas Kelurahan Patih Galung. Padahal, di daerah ini dalam kurun waktu sebulan cukup banyak warga yang terkena DBD. Hal itu terungkap saat pelaksanaan kegiatan pengasapan (fogging) oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kemarin (9/1).

''Kenyataan ini sangatlah memprihatinkan dan perlu mendapat respons dan perhatian dari pemkot,'' ujar Ketua DPD PKS Abu Musa, kemarin.
baca
Ditambahkannya pula, dari informasi yang didapatkan bubuk abate yang berguna untuk membunuh jentik nyamuk aides aegipty yang seharusnya dibagi-bagikan secara cuma-cuma, dibiarkan menumpuk di gudang-gudang penyimpanan yang ada hampir di seluruh puskesmas di sini. "Seharusnya bubuk abate dibagi-bagikan secara gratis kepada warga dengan cara mendatangi satu per satu rumah warga terutama terhadap warga yang wilayahnya endemis wabah DBD,'' ujarnya.

Tetapi, lanjutnya, kenyataan di lapangan pihak puskesmas hanya menunggu jika ada warga yang membutuhkan bubuk abate. ''Selain itu warga juga mengeluhkan adanya petugas fogging ilegal yang menawarkan jasa dengan meminta bayaran,'' ujarnya, yang merasa prihatin kondisi DBD ini dimanfaatkan pihak luar yang ingin mencari keuntungan.

Sementara itu, sebelumnya Kadinkes Prabumulih HM Hatta Mamad SKM MEpid melalui Kasubdin P2PL dr H Tedjo Cahyono MPH, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya penangggulangan untuk meminimalisir penderita DBD. ''Di antaranya dengan melaksanakan pengasapan atau fogging ke sejumlah lokasi yang selama ini menjadi endemis wabah DBD di Prabumulih,' ' ujarnya.

Selain itu, lanjut Tedjo, pihaknya juga telah memberikan penyuluhan perihal Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) beserta tindakan 3M plus terhadap warga. "Yang lebih penting dalam penanggulangan wabah DBD yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari mendatang adalah upaya pembersihan lingkungan rumah tangga yang dilaksanakan secara berkala,"ungkap Tedjo.(sumeks.co.id/100107)

Read More......

Hidayat: Bantuan Asing Tidak Boleh Rugikan Kedaulatan RI

(posted in sekilas info)


Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid permintaan Pemerintah RI kepada negara asing dalam menemukan keberadaan pesawat Adam Air yang hilang sebagai sesuatu yang wajar. Namun, Hidayat berpesan agar bantuan tersebut tidak menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak berdaulat dan mudah diintervensi negara lain.

"Wajar saja. Nyatanya Indonesia juga tidak mampu. Tuntutan masyarakat dan keluarga korban sangat besar. Belum lagi pencarian korban tenggelamnya kapal Senopati," kata Hidayat di Gedung MPR/DPR Jakarta, Selasa (9/1).
baca
Hidayat mengatakan, secara faktual Indonesia memiliki kendala dalam kepemilikan alat pendeteksi (radar). Dengan bantuan negara luar, pemerintah justru diharapkan menjadikan kesempatan tersebut untuk membangun komunikasi dengan komunitas global.

Yang terpenting, dengan bantuan itu tidak sampai merugikan kedaulatan RI. Negara merasa berutang budi, sehingga mudah didikte negara-negara yang memberikan bantuan. "Kita berharap bantuan itu murni kemanusiaan, " harap dia.

Dengan banyaknya kelemahan yang dimiliki bangsa Indonesia, semestinya menyadarkan seluruh elemen bangsa agar sadar dan berbuat lebih produktif. Tidak perlu saling menyalahkan, apalagi menjatuhkan demi kepentingan pribadi. "Ini semua harus dihindari," tandasnya. (fpks-dpr-ri.com/110107)

Read More......

Thursday, January 11, 2007

PKS Jakarta Luncurkan Program Pendidikan Politik Rakyat

(posted in sekilas info)


Jakarta, CyberNews. Setelah menjadikan kantor partai sebagai Pusat Informasi dan Penyerapan Aspirasi (PIPA), PKS Jakarta kini siap meluncurkan Program Pendidikan Politik untuk Rakyat atau P3R. Softlaunch P3R dilakukan pada Minggu (7/1) di hadapan 9000 kader utama perempuan PKS se-DKI Jakarta, di arena Sportmall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam kesempatan tersebut para kader perempuan diberikan pembekalan untuk turun ke masyarakat dalam rangka Mega Survei jilid 2.

Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Ir. Triwisaksana M.Sc menyebutkan kader-kader PKS mesti memahami bahwa yang dilakukan PKS ketika turut serta dalam hajatan politik seperti Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah adalah dalam rangka memberikan pendidikan politik bagi rakyat. "Warga Jakarta nantinya akan tahu bahwa hak-hak publik bisa diperjuangkan bila pemimpin yang dipilih adalah yang mereka kenal berpihak kepada rakyat," tutur pria yang akrab dipanggil Sani ini. baca

Sani menyatakan salah satu contoh program pendidikan politik itu adalah pengunduran diri Komjen Pol Adang Daradjatun dari jabatan Wakapolri. Meskipun PKS tidak memaksakan Adang untuk mundur sebelum masa jabatannya berakhir, namun penguduran diri tersebut dianggap PKS sebagai hal positif yang mendidik masyarakat kita.

"Memang tidak ada aturan yang mengharuskan pejabat mundur, tetapi secara etis tentunya yang namanya pejabat rawan menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan politiknya," ujar pria lulusan Birmingham University tersebut dalam siaran pers DPW PKS DKI Jakarta, Senin.

Di depan ribuan kader perempuan PKS Jakarta, juga turut menjadi pembicara Sekjen DPP PKS M. Anis Matta yang memberikan pengarahan tentang logika pemenangan Pilkada. Anis Matta mengingatkan agar kader-kader PKS menyadari kemenangan politik sebagai kepala daerah harus dicita-citakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat.

Menurutnya seluruh sektor kehidupan masyarakat mesti disiapkan konsepnya untuk menjadi lebih baik dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat seperti lapangan pekerjaan, rasa aman dan jaminan pendidikan serta kesehatan.( suaramerdeka.com/080106 )

Read More......

PKS Jawa Timur Bentuk Gema, Untuk Berantas Pengangguran

(posted in sekilas info)


Surabaya- DPW PKS Jawa Timur akan segera membentuk Gerakan Persaudaraan Pemuda. Ini merupakan langkah kongkret PKS untuk mencoba menekan jumlah angka pemuda menganggur di Jatim yang semakin lama semakin meningkat jumlahnya.

Prihatin dengan kondisi pemuda di Jawa Timur yang masih banyak berstatus pengangguran, DPW PKS Jawa Timur (Jatim) akan segera membentuk Gerakan Persaudaraan Pemuda (Gema).
baca
Kepada pers, Ketua Deputi Kepeloporan Pemuda Muddakir Uddin di kantor DPW PKS di Galaxy Bumi Permai Surabaya, (6/1/) mengatakan saat ini masih dalam konsolidasi dengan bidang pembinaan Pemuda Daerah PKS se-Jatim.

Menurut Muddakir Gema merupakan langkah kongkret PKS untuk mencoba menekan jumlah angka pemuda menganggur di Jatim yang semakin lama semakin meningkat jumlahnya. Karena kata Mudakkir, kegiatan ini akan lebih dikonkretkan dengan membentuk koperasi sebagai wadah bagi para pemuda untuk menekuni usaha. "Sehingga nantinya kami berusaha membuat pemuda tidak menganggur," ujarnya.

Gema merupakan badan otonom partai. Badan ini mempunyai visi menjadi basis massa pemuda kreatif, sportif dan berani dalam menegakkan keadilan. "Kita akan mengembangkan kualitas kompetensi dan jiwa kepemimpinan di kalangan pemuda, sportifitas dan keberania pemuda, mengembangkan jiwa profesionalisme dan entrepreneurship dan membangun kepekaan sosial pemuda dan pemberdayaan masyarakat," tandasnya.(pk-sejahtera.org/080106)

Read More......

DPRD Depok Ajukan Rancangan Peraturan Seks Bebas

(posted in sekilas info)


Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok mengajukan draft Peraturan Daerah (Perda) Hubungan Seks Bebas dan Seks Komersial serta Perda Anti Minuman Beralkohol ke Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Qurtifa Wijaya mengatakan tujuan pengajuan draft dua Perda ini adalah meminta masukan dan saran-saran tertulis atas rancangan tersebut terutama kajian secara hukum. "Kami minta masukannya," katanya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Depok, Selasa (9/1). baca

Qurtifa melanjutkan, selain meminta masukan dan saran, Komisi A juga akan melakukan audiensi dengan Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islma FH UI. Rencananya audiensi akan dilakukan pada 22 Januari mendatang. (tempointeraktif.com/090106)

Read More......

Wednesday, January 10, 2007

Khuthbah Ied : "Melahirkan Kader dan Pemimpin Sejati"

(posted in Makalah)

Allahu Akbar- Allah Akbar- Allahu Akbar 3X… Allahu Akbar walillahilhamd
Ikhwanie kaum Muslimin yang rahimakumullah !

Di pagi yang penuh berkah ini, kita semua memuja dan memuji kebesaran dan keagungan Allah SWT, sebagai wujud kesyukuran kita atas segala limpahan nikmat dan rahmat-Nya yang tak terhingga. Kita kembali merasakan kegembiraan dan kebahagiaan dalam suasana Idul Adha pada hari ini.

Hari raya Idhul Adha atau Idhul Qurban seperti yang kita laksanakan pada hari ini menyegarkan kembali ingatan kita kepada sejarah pengorbanan yang luar biasa yang telah dilakukan oleh sosok Nabiyullah Ibrahim As bersama keluarganya, Siti Hajar dan Ismail As. Pengorbanan luar biasa dari sosok Nabiyullah Ibrahim As bersama keluarganya ini dijadikan oleh Allah SWT sebagai patron untuk menjadi tauladan bagi seluruh ummat manusia sepanjang zaman. Hal ini diakui dan dinyatakan sendiri oleh Allah SWT dalam sebuah firman-Nya:

"Sungguh adalah bagi kamu menjadi contoh teladan yang baik tentang kehidupan Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya". (S. Al-Mumtahanah : 4). baca

Kehidupan Nabi Ibrahim benar-benar sarat dengan keteladanan yang patut diikuti untuk mendapatkan kehidupan yang bersih dan bebas dari kesemrawutan dan kebrutalan yang melanda dunia saat ini.

Nabi Ibrahim adalah sosok Pemimpin yang sangat konsen dan sabar dalam membina kader, yang diharapkan menjadi pemimpin pelanjut perjuangan.

Pada usia perkawinan yang sudah sangat senja, disaat beliau dan Istri sudah tua, anak yang ditunggu-tunggu, generasi pelanjut yang diidam-idamkan belum juga dikaruniakan. Penantian yang panjang seperti itu tidaklah menyebabkan Nabiyullah Ibrahim As berputus asa dari Rahmat Allah SWT. Dalam masa penantian yang panjang tersebut, Beliau tetap istiqomah, terus menerus berdo'a dan memohon kepada Allah agar dianugerahi keturunan yang Sholeh. Beliau selalu berdo'a "Robbi habli minassholihin, Robbi habli minassholihin, Robbi habli minassholihin" , Yaa Allah ya Tuhan-ku karuniakanlah kepadaku anak yang sholeh. Akhirnya Allah menganugrahkan kepada beliau Ismail As.

Tatkala Ismail, Sang generasi pelanjut yang telah lama dinantikan telah mencapai umur sanggup "membantu dan berusaha bersama Ayahnya", umur yang sudah bisa diajak bertukar pikiran untuk mencari penyelesaian problem yang ada, umur dimana Ismail telah menampakkan tanda-tanda kesholehan dan kekaderannya, umur yang sangat menyenangkan untuk diajak jalan bersama, yang
oleh Al-qur'an disebut dengan ma'ahus sa'ya, datanglah ujian keimanan berikutnya.

Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim As untuk menempatkan keluarganya, Siti Hajar dan Ismail di Makkah dekat dengan ka'bah. Hal ini diterangkan Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj sebagai berikut:

"Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku di sebuah lembah yang tiada tanam-tanamannya, di dekat rumah-Mu yang disucikan".

Lihatlah bagaimana sosok Nabiyullah Ibrahim As diuji oleh Allah dengan Ujian yang sangat berat. Di satu sisi Nabi Ibrahim diperintahkan untuk berpisah dengan anak dan Istrinya dan di sisi yang lain beliau diperintahkan untuk menempatkan keluarganya, Istri yang baru melahirkan dan anaknya yang masih merah di sebuah tempat yang gersang, bahkan sangat gersang, saking gersangnya sampai rumputpun tidak tumbuh sama sekali. Istri ditinggal sendiri tanpa suami dan sanak keluarga, tanpa pembantu dan tetangga. Ditinggal di gurun pasir yang panas dan bukit batu yang ganas.

Setelah ditinggal Nabiyullah Ibrahim, maka tinggallah Siti Hajar sebatang kara dengan anaknya. Hari-hari dilaluinya sendiri bersama anaknya dengan bekal seadanya. Waktu terus berlalu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, Semakin lama, persedian bekal semakin menipis. Akhirnya perbekalan habis sama sekali. Tiada siapa-siapa yang bisa dimintai tolong, tiada keluarga tiada saudara, juga tiada tetangga. Air susupun telah kering, sementara anak menangis kehausan. Dalam kondisi seperti itu Jiwa kasih seorang Ibu yang ada pada diri Siti hajar menyebabkan dia harus berlari-lari antara bukit shofa dan marwa untuk mencari dan mendapatkan air untuk keberlangsungan hidup anaknya.

Demikianlah seorang Hajar berusaha dan terus berusaha, berlari dari shafa ke marwah untuk mendapatkan pertolongan. Namun apa yang diharapkan tidak kunjung didapatkan. Walau demikian beliau tetap tegar dan optimis dan terus berlari, sa'i, berusaha dari bukit shafa dan marwah sampai 7 kali. Setelah mujahadah, usaha maksimal dilakukan oleh Hajar, Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyang menurunkan bantuan-Nya dengan mengeluarkan mata air di dekat kaki Ismail.

Ujian berat yang diterima Nabiyullah Ibrahim As tidak berhenti sampai di situ saja. Ternyata setelah Ismail beranjak dewasa, Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Allah yang tidak pernah berbuat zhalim kepada hamba-Nya, memerintahkan kepada Nabi Ibrahim As untuk menyembelih putra tercinta, putra tunggal, harapan satu-satunya yang menjadi pelanjut risalah perjuangan.

Cinta Orang tua kepada Anak, harapan pemimpin kepada kader pelanjut perjuangan, dan rasa belas kasih seorang hamba diperhadapkan dibenturkan dengan ketaatan dan kepasrahan kepada kehendak dan perintah Allah Yang Maha Kuasa.

Nabi Ibrahim menyadari bahwa hidup ini harus selalu dalam ketaatan kepada Allah Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ketaatan kepada Allah adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Apapun pengorbanan yang diminta, apapun resiko yang harus ditanggung, perintah Allah itulah yang terbaik, Perintah Allah itulah yang harus didahulukan, Perintah Allah itulah yang harus diikuti, ditaati dan dilaksanakan. Bahkan sampai pada tingkat dimana perintah itu dalam pandangan kita terasa dan terlihat seperti sesuatu yang sangat tidak wajar, tidak masuk akal, bahkan tidak manusiawi, harus dan wajiblah kita sebagai seorang yang mengaku beriman untuk mengatakan "Sami'na wa atha'naa - Kami dengar dan kami patuhi".

Menyadari akan hal tersebut, Nabi Ibrahim pun menajamkan aqidah dan keyakinannya untuk mewujudkan perintah itu. Beliau kemudian menyampaikan perintah Allah tersebut kepada putranya, Ismail AS. Sungguh jawaban dan respon yang beliau dapatkan sangat luar biasa. Tatkala belaiu mengatakan kepada Ismail, Wahai Anakku sungguh aku melihat dalam mimpiku bahwa Aku diperintahkan Allah untuk menyembelihmu, maka kemukakanlah bagaimana pendapatmu?. Dengan tegas, sopan dan penuh keyakinan kepada Rahmat dan Kasih Sayang Allah SWT, Ismail As menampakkan bukti kesholehannya, dengan mengatakan:

"Wahai ayah, laksanakanlah apa yang diperintahkan Tuhan kepada ayah, Insya Allah ayah akan mendapati saya dalam keadaan sabar".(As-Shaffat; 102)

Allahu Akbar 3X, walillahilhamd !

Ikhwanie kaum Muslimin yang berbahagia.

Jawaban yang dilontarkan oleh Ismail ini adalah gambaran keberhasilan sebuah proses pendidikan, yaitu pendidikan tauhid, sebuah pendidikan yang telah dilakoni dengan gemilang oleh Nabiyullah ibrahim dalam keluarga beliau. Pendidikan tauhid ini menjadikan Ismail mampu menjalankan perintah Allah hatta dengan resiko pengorbanan nyawa.

Keteguhan hati dan kepasrahan yang tinggi bagi Ismail untuk menerima perintah Allah yang sangat berat itu, disebabkan karena keberhasilan kedua orang tuanya menanamkan ketauhidan dalam jiwanya.

Keberhasilan Nabi Ibrahim 'alaihissalam di dalam mendidik dan mengkader anaknya bukanlah pekerjaan ringan, yang bisa didapatkan dalam waktu yang singkat saja. Hal itu merupakan pekerjaan berat yang butuh waktu panjang. Nabi Ibrahim secara terus menerus memberikan contoh peragaan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya dalam segala hal. Peragaan inilah yang selaluditangkap dan dihayati oleh putranya Ismail sehingga terpatri dalam jiwanya.

Memang untuk mendapatkan kader sebagaimana yang kita harapkan, memerlukan perhatian dan pengorbanan yang sangat besar. Makanya sangat aneh kalau seorang orang tua atau pemimpin menginginkan kader pelanjut dalam konteks perjuangan Islam, sementara perhatian dan pengorbanannya untuk itu masih kurang. Atau mungkin pengorbanan dan perhatiannya sudaha besar tapi belum proporsional. Perhatian dan pengorbanan yang diberikan lebih banyak kepada hal-hal yang bersifat materi, bukan pada spirit dan ruhaninya, bukan pembekalan spirit kepemimpinan dan hal-hal yang bersifat transenden.

Allahu Akbar 3X, Walillahilhamd.

Ikhwanie Kaum Muslimin yang berbahagia !

Anak-anak kita hendaknya mendapatkan perhatian yang serius dari kita para orang tua. Jangan sampai hanya aspek intelektualnya yang diperhatikan, tetapi mental dan spritualnya memprihatinkan. Jangan kita bangga dengan pendidikan yang hanya memacu kecerdasan otaknya, tapi semakin hari semakin jauh dari agamanya. Sebuah uangkapan yang masyhur menyatakan:

"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah petunjuk yang dimiliki. Tiadalah tambahan baginya melainkan semakin jauh dari Allah.

Kita sangat merindukan kader yang selalu siap pakai; siap menghadapi benturan-benturan; memiliki etos kerja yang tinggi; bekerja dengan penuh dedikasi ; memiliki banyak inisiatif dan siap berkorban sebagaimana contoh yang telah diperagakan oleh sosok Nabi Ibrahim As dan keluarganya Siti sarah dan Ismail As.

Suatu pelajaran yang berharga dapat dipetik dari seorang pahlawan kebenaran, Jenderal Thalut ketika mengerahkan sejumlah manusia sebagai calon kader untuk mengadakan perlawanan terhadap penguasa zhalim, Jenderal Jalut. 80.000 orang calon kader yang dikerahkan hanya 5% yang lulus, berarti hanya 4.000 orang. 76.000 orang diantaranya gugur tidak dapat dikatagorikan sebagai kader.

Kenapa ? Karena banyak yang tidak lulus setelah diuji dengan sebuah sungai. Pemimpinnya memberikan perhatian bahwa, "Kita akan diuji dengan sebuah sungai, siapa yang minum airnya bukanlah golonganku. Yang tidak minum itulah yang termasuk golonganku kecuali yang hanya sekedar menceduk dengan cedukan tangan". (S. Al-Baqarah: 249)

Tapi apa yang terjadi setelah sampai di tepi sungai itu, melihat airnya yang begitu bening mereka berlomba-lomba terjun ke sungai itu. Mereka minum sepuas-puasnya bahkan berenang dan menyelam sesuka hati. Alasannya karena kita telah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan, telah didera oleh lapar dan dahaga.

Mereka diperintahkan menyeberangi sungai, setelah mereka sampai diseberang sungai tidak seorangpun diantara mereka yang telah memuas-muaskan dirinya itu yang siap menghadapi lawan. Mereka menyampaikan terus-terang kepada pemimpinnya bahwa kami tidak sanggup mengahdapi lawan yang begitu banyak. Ketidak sanggupan mereka menghadapi musuh bukan karena mereka lemah dari segi fisik, tapi mereka lemah mental karena melakukan pelanggaran.

Allahu Akabar 3X, walillahilhamd.

Saudara-saudara kaum Muslimin rahimakumullah.

Inilah yang melanda bangsa kita sekarang ini, bahkan juga melanda organisasi dan lembaga-lembaga Islam, baik itu organisasi sosial, organisasi massa atau organisasi politik. Karena hanya mengharapkan munculnya kader-kader tanpa upaya yang serius untuk itu. Menangani pengkaderan secara serius saja, sejarah telah mencatat bahwa hanya 5% yang bisa diharapkan.

Apalagi kalau hanya santai dan tidak sunguh-sungguh. Akibatnya bukan kader yang memimpin dan mengendalikan kebijakan, maka wajar jika selalu mendatangkan banyak masalah, tidak menambah kekuatan, tapi justru melemahkan. Tapi kalau kita berhasil melahirkan kader walaupun sedikit, namun kader itu telah teruji kesabaran dan ketabahannya, pasti akan dapat berbuat banyak dan melakukan gebrakan-gebrakan yang penuh arti. Sebagaimana firman Allah SWT yang mengatakan:

"Betapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyakkarena izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar" (S.Al-Baqarah: 249).

Calon-calon kader kita sekarang ujiannya bukan dalam bentuk sungai tapi kekayaan duniawi, kedudukan dan wanita. Manakala sudah berhadapan dengan materi timbul rasa dendam terhadap kemiskinan sehingga dengan cara yang sangat sigap dia berusaha meraup kekayaan itu yang justru dapat melunturkan nilai-nilai kekaderannya. Dia juga sudah mulai bermain-main dalam pencalonan untuk menjadi orang besar sehingga mulai menempuh segala macam cara untuk berhasil. Ujung-ujungnya memanfaatkan fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk memperkaya diri.

Demikian pula jebakan wanita. Sebagai calon-calon kader perjuangan yang memiliki potensi menjadi pemimpin yang baik di masa depan, musuh-musuh Islam tidak pernah berhenti berfikir untuk dapat menghancurkan nama baik dari calon-calon kader itu agar gugur di tengah jalan, tidak berlanjut kekaderannya. Terjadilah kasus-kasus skandal dengan artis, selingkuh dengan wanita-wanita cantik, media yang dikuasai oleh musuh-musuh Islam segera membesar-besarkan sehingga tamatlah riwayat calon kader itu.

Hal lain yang patut menjadi contoh dari Nabi Ibrahim seperti yang diungkap dalam sejarah bahwa beliau adalah manusia yang selalu terdepan jika mengangkat suatu pekerjaan. Beliau selalu memilih pekerjaan yang paling berat untuk dikerja. Menurut prinsipnya, kalau pekerjaan ringan banyak saja yang dapat mengerjakan. Sehingga orang-orang yang menjadi pengikutnya selalu termotivasi untuk melakukan pekerjaan ini.

Sikap yang demikian ini adalah salah satu rahasia sukses yang dialami Nabi Ibrahim. Karena kalau seorang pemimpin tidak berani memikul tanggung jawab yang besar, hanya selalu mencari pekerjaan yang ringan-ringan dengan mengincer keuntungan dunia yang besar; hanya memperalat orang banyak untuk kepentingan dirinya; hanya menjadikan orang lain sebagai kuda tunggangan jangan harap akan dapat mengantar orang yang dipimpinnya kearah kesejahteraan dan ketentraman. Jangan harap akan mendapat kepercayaan penuh dan dapat meraih rasa cinta dari pengikutnya.

Saat sekarang ini kita merasakan langkanya pemimpin-pemimpin yang tampil memberikan teladan yang baik dan mengajak rakyatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan amal soleh. Karenanya jika kita menemukan pemimpin yang memiliki akhlak dan kepribadian yang baik, memiliki komitmen yang kuat terhadap pelaksanaan ajaran/syariat Islam, maka tentu kita wajib mendukung dan menopang kepemimpinannya.

Allahu Akabar 3X, walillahilhamd.

Saudara-saudara kaum Muslimin rahimakumullah.

Nabi Ibrahim juga dikenal sebagai manusia yang patut diteladani dari segi kedermawanannya. Dicatat dalam sejarah bahwa Nabi Ibrahim adalah manusia yang paling senang menerima tamu. Kalau tiba waktu makan dan tidak ada orang yang ditemani makan dia keliling mencari teman makan. Nabi Ibrahim dikenal sebagai orang yang paling senang membantu kepada sesama manusia. Kebiasaannya yang seperti inilah yang membuat orang sangat senang kepadanya.

Sifat dermawan ini hendaknya menjadi warna dari kehidupan seorang muslim. Karena lewat jiwa-jiwa yang dermawan inilah dakwah Islam dapat dikembangkan lebih maksimal dan dapat mengentaskan kemiskinan. Pada zaman Rasulullah s.a.w. seorang sahabat bernama Abdurrahman bin Auf pernah menyumbang 40.000 dinar untuk perjuangan yang kalau dirupiahkan sekarang sama dengan 25,5 milyard rupiah. Beliau juga pernah membagi-bagikan kepada Veteran Badr uang sebanyak 50.000 dinar kepada 100 orang masing-masing 500 dinar senilai 300 juta rupiah lebih. Itu baru seorang dermawan, belum dermawan-dermawan yang lain. Sehingga dengan kedermawanan sahabat-sahabat Rasulullah yang dikaruniai oleh Allah SWT kekayaan banyak sekali hal-hal yang memerlukan pendanaan yang dapat diselesaikan.

Kita harus meyakini bahwa dengan berinfaq fi sabilillah, kita tidak akan menjadi miskin dan harta pun tidak akan berkurang, tetapi justru akan memberikan tambahan keberkahan. Rasulullah s.a.w. bersabda:

Setiap hari dua malaikat turun kepada separng hamba. Salah satunya berdoa:
"Ya Allah berilah pengganti dari harta orang yang berinfaq" Dan yang lain berdoa: "Ya Allah binasakanlah harta orang yang tidak mau berinfaq" (Hadits Riwayat Bukhari-Muslim)

Memang terbukti bahwa perjalanan hidup orang yang pemurah dan dermawan akan dilapangkan rezekinya dan diberikan kebahagiaan dalam kehidupannya. Oleh karenanya, bagi kita yang memiliki kelapangan rezeki pada hari ini, marilah kita mengambil bagian dari kewajibah ber-qurban. Masih ada waktu hingga 3 hari sesudah ini. Allah SWT mengingatkan kepada kita:

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu pemberian yang banyak . Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dn berqurbanlah. Sesunguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang binasa. (S.Al-Kautsar : 1 - 3 )

Ayat ini bukan hanya sekedar memerintahkan kita memotong hewan seperti seekor sapi untuk 7 keluarga dan seekor kambing untuk satu keluarga, tapi juga memberi jaminan bahwa dengan menegakkan dan memperbaiki shalat menjadi alasan bagi Allah untuk membela kita dan menghancurkan lawan-lawan Islam.

Semoga Allah SWT memberkati kita semua. Amien!

Read More......

Depok Peringkat Satu Transparansi Tender

(posted in sekilas info)


Depok- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Pemkot Depok merupakan intansi paling transparan dalam penyelenggaraan tender proyek pengadaan barang dan jasa di Indonesia. Ini dibuktikan dengan hasil evaluasi Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) dan KPK atas pelaksanaan sistem pengumuman rencana tender secara elektronik (e-announcement) yang berlangsung di Kantor KPK, kemarin.

Berdasarkan data Depkominfo, Depok menempati peringkat pertama di antara istansi yang menerapkan announcement, seperti KPK, Depkominfo, Departemen Keuangan, Pemprov DKI, Pemprov Nangro Aceh Darussalam, Pemkot Denpasar, Pemkot Bekasi, dan Pemkot Banda Aceh. baca

Dari data itu diketahui, Depok paling banyak memberikan data pengumuman pembukaan lelangnya melalui situs Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappenas).

Pemkot Depok tercatat telah mengumumkan sebanyak 315 proyek yang berada di seluruh instansinya. "Dengan peringkat ini, kami berharap upaya transparansi pelaksanaan tender projek akan terus meningkat," kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Balai Kota, seusai mengikuti acara launching e-announcement KPK, kemarin.

Menurut wali kota, penilaian itu diberikan berdasarkan hasil evaluasi KPK dan Bappenas terhadap 24 instansi di Indonesia yeng menerapkan e-anouncement selama setahun lalu. KPK, kata Nurmahmudi, telah menyosialisasikan sistem e-anouncement sejak Februari tahun 2006. Kemudian, Pemkot Depok menindaklanjutinya dengan mulai mengirimkan data pengumuman lelang kepada situs Bappenas. (pikiran-rakyat.com/080107)

Read More......

Tuesday, January 09, 2007

Urgensi Menguasai Ilmu Syariah (3-habis)

(posted in fiqhus sunnah)


7. Keberadaan Ahli Syariah Sangat Menentukan Eksistensi Umat Islam

Agama Islam telah dijamin tidak akan hilang dari muka bumi sampai kiamat, namun tidak ada jaminan bila umatnya mengalami kemunduran dan kejatuhan. Sejarah membuktikan bahwa mundurnya umat Islam terjadi manakala para ulama telah wafat dan tidak ada lagi ahli syariah di tengah umat.

Sebaliknya, bila Allah SWT menghendaki kebaikan pada umat Islam, niscaya akan dimulai dari lahirnya para ulama dan kembali manusia kepada syariat-Nya. baca

8. Tipu Daya Orientalis dan Sekuleris Sangat Efektif Bila Lemah di Bidang Syariah

Racun pemikiran Orientalis dan Sekuleris tidak akan mempan bila tubuh umat diimunisasi dengan pemahaman syariah

Bila tingkat pemahaman umat terhadap syariah lemah, maka dengan mudah pemikiran orientalis akan merasuk dan menjangkiti fikrah umat. Sebaliknya, bila umat ini punya tingkat pemahaman yang mendalam terdapat ilmu syariah, semua tipu daya itu akan menjadi mentah.
Pemahaman syariat Islam akan menjadi filter atas kerusakan fikrah umat. Sebaliknya, semakin awam dari syariat, umat ini akan semakin menjadi bulan-bulanan pemikiran yang merusak.

9. Tanpa Ilmu Syariah Bisa Melahirkan Sikap Ekstrim Membabi Buta

Sikap-sikap ekstrim dan keterlaluan dalam pelaksanaan agama seringkali menimpa banyak umat Islam. Barangkali niatnya sudah baik, yaitu ingin menjalankan ajaran agama. Tetapi bila semangat itu tidak diiringi dengan ilmu syariah yang benar, sangatbesar kemungkinan terjadi kesalahan fatal yang merugikan.

Dahulu di masa shahabat ada seorang yang terluka di kepala. Seharusnya dia tidak boleh mandi karena parah sakitnya. Namun dia berjunub pada malamnya dan pagi hari dia bertanya kepada temannya, apakah dia harus mandi atau tidak. Temannya mengatakan bahwa dia harus mandi. Lalu mandilah dia dan tidak lama kemudian meninggal. Betapa sedih Rasulullah SAW tatkala mendengar kabar itu. Sebab teman yang memberi fatwa itu bertindak tanpa ilmu dan menyebabkan kematian. Padahal seharusnya dalam kondisi demikian, cukuplah dengan bertayammum saja. Maka dia sudah boleh shalat. Tidak wajib mandi junub meski malamnya keluar mani.

10. Keharusan Ada Sebagian Dari Ummat Yang Mendalami Syariah

Kalau kita bandingkan antara jumlah orang awam dan jumlah para ulama, kita akan menemukan perbandingan yang jauh dari proporsional. Dengan kata lain, ulama di masa sekarang ini termasuk `makhluk langka` bahkan nyaris punah.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan atas jasa mereka selama ini, namun kenyataanya bahwa kebanyakan tokoh agama serta para penceramah yang kita dapati masih minim dari penguasan secara mendetail dalam kisi-kisi ilmu syariah. Tidak sedikit dari mereka yang sama sekali buta bahasa arab. Dan otomatis rujukan satu-satunya hanya buku terjemahan saja. Bahkan ketika membaca Al-Quran pun tidak paham maknanya. Apalagi membaca hadits-hadits nabawi. Dan jangan ditanya bagaimana mereka bisa merujuk kepada kajian syariah Islam dari para fuqaha sepanjang sejarah, karena nyaris semua literaturnya memang dalam bahasa arab.

Lalu kita bisa pikirkan sendiri bagaimana kualitas umatnya bila para tokoh agama pun masih dalam taraf yang kurang membahagiakan itu ?

Maka memperbanyak jumlah ulama serta menyebar-luaskan ilmu-ilmu syariah menjadi hal yang mutlak dilakukan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT tentang keharusan adanya sekelompok orang yang berkonsentrasi mendalami ilmu-ilmu syariah.

Tidak sepatutnya bagi mu'minin itu pergi semuanya . Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.(QS. At-Taubah : 122)

11. Masuk Islam Secara Kaaffah : Mustahil Tanpa Syariah

Sebagai muslim yang baik, komitmen dan konsisten dalam memeluk agama Islam, tentu kita tahu bahwa kita wajib menerima Islam secara kaaffah, tidak sepotong-sepotong. Allah SWT telah memerintahkan hal dalam firman-Nya :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(QS. Al-Baqarah : 208)

Tapi bagaimanakah kita bisa menjalankan Islam secara kaaffah, kalau kita tidak bisa membedakan manakah diantara perbuatan itu yang termasuk bagian dari Islam atau bukan ?
Sebab seringkali kita dihadapkan kepada bentuk-bentuk pengamalan yang disinyalir sebagai islami, tetapi kita tidak tahu kedudukan yang sesungguhnya. Katakanlah sebagai contoh mudah misalnya tentang memahami perbuatan Rasulullah SAW. Apakah semua hal yang dilakukan oleh beliau itu menjadi bagian langsung dari syariat agama ini ? Ataukah ada wilayah yang tidak termasuk bagian dari syariat ?

Lebih rinci lagi, kita dapati dalam hadits bahwa Rasulullah SAW naik unta, minum susu kambing mentah, istinja` dengan batu, khutbah memegang tongkat, di rumahnya tidak ada wc dan seterusnya. Apakah hari ini kita wajib melakukan hal yang sama dengan beliau sebagai pengejawantahan bahwa Rasululah SAW adalah suri teladan ? Apakah kita juga harus naik unta ? Haruskah kita minum susu kambing yang tidak dimasak dahulu ? Apakah para khatib wajib berkhutbah sambil memegang tongkat ? Dan tegakah kita berintinja` hanya dengan batu ? Dan haruskah kita buang air di alam terbuka, karena dahulu Rasulullah SAW melakukannya ?

Tentu kita perlu merinci lebih detail, manakah dari semua perbuatan dan perkataan beliau SAW yang menjadi bagian dari syariah dan mana yang secara kebetulan menjadi hal-hal teknis yang tidak perlu dimasukkan ke dalam ajaran agama ini. Dan untuk itu, harus ada sebuah metodologi yang bisa dijadikan patokan. Metodologi itu adalah syariat Islam.
Dengan syariat Islam, kita bisa memilah dan menentukan manakah dari diri Rasulullah SAW yang menjadi bagian dari ajaran Islam. Dan manakah yang bukan termasuk ajaran selain hanya faktor kebetulan dan teknis semata.

Penutup

Itulah beberapa hal yang perlu kita renungkan bersama. Betapa syariat Islam ini memang perlu kita pelajari dengan sebaik-baiknya. Tidak perlu menunggu dan membuang waktu. Sekaranglah waktu yang tepat untuk mulai belajar. Semoga Allah SWT memudahkan jalan kita masuk surga karena kita telah menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu keislaman selama di dunia ini. Hanadallahu Wa Iyyakum Ajma`in

Sumber : milis pippksjerman@yahoogroups.com

Read More......

Monday, January 08, 2007

Deptan Programkan Asuransi Pendidikan Bagi Anak Petani

(posted in sekilas info)


Palangka Raya - Departemen Pertanian RI mulai tahun anggaran 2007 menyiapkan program asuransi pendidikan bagi anak petani berprestasi sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia pertanian di Indonesia.

"Kami menilai untuk memajukan pertanian di Indonesia, maka SDM pendukungnya haruslah kuat. Upayanya termasuk memberikan asuransi pendidikan itu," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono, di Palangka Raya, Selasa. Ia mengemukakan, data SDM dan tingkat pendidikan petani di Indonesia masih relatif rendah, sekitar 70-80 persen petani hanya tamat SD atau bahkan tidak tamat SD.
baca
"Untuk menolong para petani kita, maka generasi petani berikutnya haruslah SDM-SDM dengan pendidikan yang memadai," ujarnya.Asuransi pendidikan diarahkan untuk menyekolahkan anak petani agar bisa meraih jenjang pendidikan dari tingkat dasar hingga tertinggi sampai sarjana.

Jumlah asuransi pendidikan yang dialokasikan Deptan pada awalnya direncanakan untuk 3.000 orang, namun hingga kini dana yang telah tersedia baru untuk 875 orang."Dalam perjalanannya kami akan upayakan agar jumlah itu bisa tercapai, sedangkan saat ini dana yang ada baru Rp20 miliar," kata Anton.

Sementara untuk prioritas pembagian asuransi, Anton mengatakan, akan dibagi secara merata di seluruh pelosok Indonesia. "Penentuan pembagian dari bawah ke atas. Sehingga tiap berapa kecamatan ada satu yang dapat, mekanisme selanjutnya tengah kami susun," jelasnya.

Ia berharap, siswa yang memperoleh asuransi saat memasuki jenjang S-1 kemudian dapat mengambil studi pertanian secara umum. "Karena kami ingin agar setelah lulus, mereka dapat kembali ke desanya untuk mengabdikan ilmunya," tambahnya.(republika.co.id/020107)


Read More......

Urgensi Menguasai Ilmu Syariah (2)

(posted in Fiqhus sunnah)


4. Ilmu Syariah Adalah Porsi Terbesar Ajaran Islam

Dibandingkan dengan masalah aqidah, ahlaq atau pun bidang lainnya, masalah syariah dan fiqih menempati porsi terbesar dalam khazanah ilmu-ilmu ke-Islaman. Bahkan yang disebut dengan `ulama` itu lebih identik sebagai orang yang ahli di syariah ketimbang ahli di bidang lainnya.

Sehingga sebagai ilmu yang merupakan porsi terbesar dalam ajaran Islam, ilmu syariah ini menjadi penting untuk dikuasai. Seorang muslim itu masih wajar bila tidak menguasai ilmu tafsir, hadits, bahasa Arab, Ushul Fqih, Kaidah Ushul dan lainnya. Tetapi khusus dalam ilmu syarriah khususnya fiqih, nyaris mustahil bila tidak dikuasai, meski dalam porsi yang seadanya. Sebab tidak mungkin kita bisa beribadah dengan benar tanpa menguasai ilmu fiqih ibadah itu sendiri.
baca
Memang tidak semua detail ilmu syariah wajib dikuasai, namun untuk bagian yang paling dasar seperti masalah thaharah, shalat, nikah dan lainnya, mengetahui hukum-hukumnya adalah hal yang mutlak.

5. Tinginya Kedudukan Orang Yang Menguasai Syariah

Allah SWT telah meninggikan derajat orang yang memiliki ilmu syariah dengan firman-Nya :

„...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“(QS. Al-Maidah : 11)

Sehingga tampuk kepemimpinan skala mikro dan makro menjadi hak para ahli ilmu syariah. Seorang imam shalat diutamakan orang yang lebih mendalam pemahamannya. (afqahuhum). Bukan yang lebih tua, sudah menikah, lebih senior dalam struktur pergerakan, lebih tenar atau lebih punya kepemiminan. Namun imam shalat hendaklah orang yang lebih faqih dalam masalah agama.

Demikian juga hal yang terkait dengan kepemimpinan umat, yang lebih layak diangkat adalah mereka yang lebih punya kepahaman terhadap syarait. Sejak masa shahabat dan14 abad perjalanan umat, yang menjadi pemimpin umat ini adalah orang-orang yang paham dan mengerti syariah. Paling tidak, para khalifah dalam sejarah Islam selalu didampingi oleh ulama dan ahli syariah

6. Tidak Paham Syariah Adalah Akar Perpecahan

Para ulama syariah terbiasa berbeda pendapat, karena berbeda hasil ijtihad sudah menjadi keniscayaan. Namun mereka sangat menghormati perbedaan diantara mereka. Sehingga tidak saling mencaci, menjelekkan atau menafikan.

Sebaliknya, semakin awam seseorang terhadap ilmu syariah, biasanya akan semakin tidak punya mental untuk berbeda pendapat. Sedikit perbedaan di kalangan mereka sudah memungkinkan untuk terjadinya perpecahan, pertikaian, bahkan saling menjelekkan satu sama lain.

Hal itu terjadi karena seseorang hanya berpegangan kepada dalil yang sedikit dan parsial. Tetapi merasa sudah pandai dan paling benar sendiri. Padahal dalil yang diyakininya paling benar itu masih harus berhadapan dengan banyak dalil lainnya yang tidak kalah kuatnya. Jadi bagaimana mungkin dia merasa paling benar sendiri ?

Paling tidak, dengan mempelajari ilmu syariah, kita jadi tahu bahwa pendapat yang kita pegang ini bukanlah satu-satunya pendapat. Di luar sana, masih ada pendapat lainnya yang tidak kalah kuatnya dan sama-sama bersumber dari kitab dan sunnah juga. Maka kita jadi memahami perbandingan mazhab di kalangan para fuqaha, sebab mereka memang punya kapasitas untuk melakukan istimbath hukum dengan masing-masing menhaj / metodologinya.

Sumber : milis pippksjerman@yahoogroups.com


Read More......

Sunday, January 07, 2007

Urgensi Menguasai Ilmu Syariah (1)

(posted in Fiqhus Sunnah)


Bagi Seorang Muslim Beberapa waktu terakhir ini, kebutuhan akan ilmu keislaman khususnya syariat Islam terasa sangat kuat. Sebab semakin hari umat ini semakin sadar pentingnya syariat Islam untuk dijadikan landasan dalam kehidupan. Secara lebih rinci, berikut ini adalah beberapa pandangan yang ikut mendorong pentingnya kita mengusai syariah.

1. Mengenal Syariah : Bagian dari Identitas Ke-Islaman Seseorang

Seorang muslim dengan seorang non muslim tidak dibedakan berdasarkan KTP-nya. Juga bukan berdasarkan ras, darah, golongan, bahasa, kebangsaan atau keturunan tertentu.Tetapi berdasarkan apa yang diketahuinya tentang ajaran Islam serta diyakini kebenarannya. Tidak mungkin seorang bisa dikatakan muslim manakala dia tidak mengenal Allah SWT. Dan tidak-lah seseorang mengenal Allah SWT, manakala dia tidak mengenal ajaran-Nya serta syariat yang telah diturunkan-Nya.
baca
Sehingga mengetahui ilmu-ilmu syariat merupakan bagian tak terpisahkan dari status keislaman seseorang. Maka sudah seharusnya seorang muslim menguasai ilmu syariah, karena syariat itu merupakan penjabaran serta uraian dari perintah Allah SWT kepada hamba-Nya.

2. Allah SWT Mewajibkan Setiap Muslim Belajar Syariah

Mempejari Islam adalah kewajiban pertama setiap muslim yang sudah aqil baligh. Ilmu-ilmu ke-Islaman yang utama adalah bagaimana mengetahui MAU-nya Allah SWT terhadap diri kita.

Dan itu adalah ilmu syariah. Allah SWT berfirman : ...Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kamu tidak mengetahui (QS. An-Nahl : 43)

Paling tidak, setiap muslim wajib melakukan thaharah, shalat, puasa, zakat dan bentuk ibadah ritual lainnya. Dan agar ibadah ritual itu bisa syah dan diterima oleh Allah SWT, tidak boleh dilakukan dengan pendekatan improvisasi atau sekedar menduga-duga semata. Harus ada dasar dan dalil yang jelas dan kuat. Karena ibadah ritual itu tidak boleh dilakukan kecuali sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dan penjelasan secara rinci dan detail tentang bagaimana format dan bentuk ibadah yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau hanya ada dalam syariat Islam.

3. Syariah Adalah Kunci Memahami Al-Quran & As-Sunnah

Sumber utama ajaran Islam adalah Al-Quran yang terdiri dari 6.600-an ayat dan Al-Hadits yang berjumlah ratusan ribu hadits. Namun bagaimana mengambil kesimpulan hukum atas suatu masalah dengan menggunakan dalil-dalil yang sedemikian banyak, harus ada sebuah metodologi yang ilmiyah

Ilmu syariah telah berhasil menjelaskan dengan pasti dan tepat tiap potong ayat dan hadits yang bertebaran. Dengan menguasai ilmu syariah, maka Al-Quran dan As-Sunnah bisa dipahami dengan benar sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkannya.

Sebaliknya, tanpa penguasaan ilmu syariah, Al-Quran dan Sunnah bisa diselewengkan dan dimanfaatkan dengan cara yang tidak benar. Ilmu Syariah adalah kunci untuk memahami Al-Quran dan As-Sunnah dengan metode yang benar, ilmiyah dan shahih.

Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa pencuri harus dipotong tangannya, pezina harus dirajam, pembunh harus diqishash dan seterusnya. Memang demikian zahir nash ayat Al-Quran. Namun benarkah semua pencuri harus dipotong tangan ? Apakah semua orang yang berzina harus dirajam ? Apakah semua orang yang membunuh harus dibunuh juga ?

Di dalam Syariah Islam akan dijelaskan pencuri yang bagaimanakah yang harus dipotong tangannya. Tidak semua orang yang mencuri harus dipotong tangan. Ada sekian banyak persyaratan yang harus terpenuhi agar seorang pencuri bisa dipotong tangan. Misalnya barang yang dicuri harus berada dalam penjagaan, nilainya sudah memenuhi batas minimal, bukan milik umum dan lainnya. Bahkan kriteria seorang pencuri tidak sama dengan pencopet, jambret, penipu atau koruptor.

Demikian juga dengan pezina, tidak semua yang berzina harus dihukum rajam. Selain hanya yang sudah pernah menikah, harus ada empat orang saksi lakil-laki, akil, baligh, dan menyaksikan secara bersama di waktu dan tempat yang sama melihat peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan perempuan. Tanpa hal itu, hukum rajam tidak boleh dilakukan. Kecuali bila pezina itu sendiri yang menyatakan ikrar dan pengakuan atas zina yang dilakukannya. Dan yang paling penting, hukum rajam haram dilakukan kecuali oleh sebuah institusi hukum formal yang diakui dalam sebuah negara yang berdaulat.

Dan hal yang sama juga berlaku pada hukum qishash dan hukum-hukum hudud lainnya. Sebuha tindakan hukum yang hanya berlandaskan kepada satu dua dalil tapi tanpa kelengkapan ilmu syariah justru bertentangan dengan hukum Islam sendiri.

Sumber : Milis pippksjerman@yahoogroups.com

Read More......