Thursday, February 08, 2007

Hidayat Nurwahid Dikira Warga Pejaten Petugas Posko Banjir

(posted in sekilas info)

Jakarta - Meski sering muncul di media massa, namun sosok ketua MPR Hidayat Nurwahid ternyata tidak dikenali semua warga Jakarta. Saat mengunjungi korban banjir di RW 7 dan 8 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa warga mengira Hidayat Nurwahid sebagai petugas posko banjir.

"Pak, posko banjir dimana?" tanya seorang ibu berkerudung dan berbaju safari kepada Hidayat, Kamis (8/2/2007)

Hidayat pun celingukan. "Kayaknya di atas, Bu." jawab Hidayat.baca

Seorang anggota Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) yang mendampingi Hidayat langsung menjelaskan kalau Hidayat adalah ketua MPR. Mendengar penjelasan itu, si Ibu malu dan putar balik.

Si Ibu tidak keliu mengira Hidayat rakyat biasa yang tengah menjadi warga petugas posko banjir. Sebab, meski Hidayat pejabat negara, namun tidak ada pengawalan ekstra terhadapnya. Hidayat juga berpenampilan sederhana, yaitu kemeja putih lengan pendek, topi putih, sepatu boot, dan bercelana hitam.

Hidayat juga menyapa beberapa ibu yang berada di seberang gang yang dipenuhi lumpur setinggi paha. "Ibu bagaimana? Selamat kan? Sabar ya?".

Para ibu itu hanya bengong sambil bertanya-tanya, siapa pula pria yang menyapa mereka itu. Hidayat rupanya tahu mereka tidak mengenalnya. Karena itu ia buru-buru mengimbuhi. "Saya Hidayar Nurwahid, Ketua MPR." ujar pria Klaten itu sambil membuka topinya agar mudah dikenali.

Ibu-ibu korban banjir itu langsung menyahut, "Ooo..." Mereka pun langsung minta bantuan. "Pak minta bantuan makanan dan obat-obatan dong." seru mereka.

"O sudah ada Bu, di atas. Di Masjid al Makmur."

Bersih-bersih Masjid

Hidayat datang ke lokasi sejak pukul 13.30 WIB dan ikut membersihkan Masjid Al Makmur. Pada pukul 14.00, pria low profile itu melihat jembatan gantung yang putus sejak Sabtu 3 Februari. Jembatan yang menyebrangi sungai Ciliwung tersebut merupakan penghubung pemukiman warga.

Hidayat lantas melewati jalan-jalan yang masih tertutup lumpur setinggi mata kaki. Dia menyemangati warga yang sedang bersih-bersih. " Bapak, Ibu...Sabar ya." ujarnya.
( Sumber : detikcom )

No comments: