(posted in Parlementaria)
Jakarta - Rencana revitalisasi PasatrTanah Abang mendapatkan tentangan dari Sekretaris Bersama (Sekber) Persatuan Pedagang Pasar Tanah Abang. Selain terkesan terburu-buru dan dipaksakan, rencana relokasi pasar yang dilakukan Pemda DKI Jakarta itu dianggap sangat merugikan pedagang. Apalagi kepemilikan kios lebih mengutamakan pedagang baru.
Menurut Refrizal, yang sempat berdialog dengan anggota Sekber, para pedagang meminta tiga syarat yang diajukan pada PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar dapat dipenuhi. "Kita sudah mengajukan syarat-syarat tersebut, namun belum ada respon dari Pemda DKI, katanya di Jakarta," kata anggota Sekber kepada Refrizal ketika mengunjungi Pasar tanah Abang, Kamis (9/11). baca
Para pedagang menyatakan, manajemen pengaturan per lantai tidak akomodatif bagi usaha para pedagang. Hal inilah yang membuat para pedagang kecewa dengan Pemda DKI, khususnya PD Pasar Jaya.
Syarat yang diajukan para pedagang, pertama, harga kios pengganti yang harus dibayar pedagang bisa terjangkau. Para pedagang mengusulkan antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per meter persegi.
Kedua, ada kepastian pedagang yang lama mendapatkan haknya. Misalnya, ada pedagang yang sebelum renovasi memiliki lima buah kios, maka jatah kios barunya juga lima. "Di mana-mana bila dilakukan revitalisasi pedagang yang lama diprioritaskan, " tandas dia.
Ketiga, perencanaan revitalisasi harus transparan pada para pedagang. Misalnya, bagaimana lokasi parkirnya kelak. Pasar Tanah Abang merupakan pasar tradisional, bukan mal. Kalau mal, satu mobil isinya bisa banyak orang. Mal jadi semacam tempat rekreasi. Tapi kalau pasar tradisional, satu mobil isinya barang-barang semua.
Aleg PKS asal Sumatera Barat itu menilai, rencana revitalisasi itu terkesan terburu-buru dan dipaksakan, karena tidak ada negosiasi sebelumnya. Apalagi rencana pemagaran pasar semestinya dilakukan setelah lebaran, justru dilakukan pada bulan puasa.
"Pedagang tradisional seperti pedagang Pasar Tanah Abang sumbangannya sangat luar biasa dalam membangun perekonomian bangsa ini. Bahkan Pasar Tanah Abang merupakan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara. Sepatutnya pemerintah memperhatikan hal ini," jelas Refrizal. (fpks- dpr-ri.com/mca/101106)
Tuesday, November 14, 2006
F-PKS : Rencana Revitalisasi Pasar Tanah Abang Rugikan Pedagang
Posted by
Salam Keadilan
at
10:58 PM
0
comments
Saturday, November 11, 2006
Daftar Acara Mabit Hannover
(posted in Pengumuman)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Jadwal acara Mabit Hannover 11-12 November 2006
19:00-19:30 Pembukaan, Tilawah Al-Qur'an
19:30-20:00 Ta’aruf Peserta, Pembagian Grup
20:00-21:00 Materi 1 evtl. Diskusi (“Keutamaan Qiyammullail“ Oleh Pak Catur Siswanto)
21:00-22:30 Game
22:30-23:00 Hafalan
23:00-04:30 Istirahat
04:30-04:45 Bangun, Bersih2 Badan, Wudhu
04:45-05:30 Qiyammullail Berjama’aah
05:30-06:00 Materi 2 (“Keutamaan Dzikir dan Al-Ma’tsurat“ oleh Pak Maemun Fauzi)
06:00-06:45 Shalat Shubuh Berjama’ah Dengan Brüder Masjid
06:45-07:00 Dzikir Al-Ma’tsurat
07:00-07:45 Sarapan
07:45-08:00 Penutupan dan Pembacaan Do’a
§ Peserta diharapkan selalu menjaga wudhunya
§ Peserta selama acara berlangsung wajib tilawah Al-Qur'n sebanyak ½ Juz
Adapun yang harus dibawa oleh tiap2 peserta adalah:
§ Schlafsack/selimut buat tidur
§ Makan malam
§ Alat tulis
Insya Allah sampai ketemu di acara Mabit nanti, It would give us great pleasure
to meet you. Jazakumullahu khairan khatsiran.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
a.n Panitia Mabit Hannover
Read More......
Posted by
Salam Keadilan
at
11:53 AM
0
comments
Mabit Hannover : "Mendekat Kepada Allah Lebih Dekat Lagi"
(posted in Pengumuman)
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ba'da tahmid wa shalawat.
Semoga email ini menjumpai antum semua dalam keadaan jasmani dan rukhiyah yang terbaik. Aamiin.
Saya mewakili panitia mabit (Keluarga Muslim Braunschweig) ingin mengundang antum yang berada di sekitar Hannover, Braunschweig, Hamburg, untuk hadir dalam acara Mabit yang insyaAlloh akan diadakan pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 11 dan 12 November 2006 (19 dan 20 Shawwal 1427 H)
Jam : 19:00 s/d 07:00
Tempat : Al Huda Moschee, Gesellschaft Islam Verstehen e.V
Kornstr 35
30167 Hannover
Bagi yang mau mengikuti Mabit ini diharapkan membawa makan malam sendiri. Panitia hanya menyediakan snack dan sarapan.
Demikian undangan yang bisa kami sampaikan, mohon maaf kalau undangannya mendadak.
Jazakumullah Khairan.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
a.n Panitia
Zainal Arifin
Menuju tempat acara :
1. Dari Hauptbahnhof naik u-bahn no 9 (richtung Empelde) sampai Kröpke, atau Jalan kaki 5 menit sampai Kröpke. Dari Kröpke naik U-bahn no 6, 11 (Richtung Nordhafen, Haltenhoffstr) sampai Kopernikusstr. Kemudian dari Kopernikusstr jalan menuju Mesjid kira-kira 5 menit.
2. Kalau yang di jadwal berangkatnya dari Steintor, tinggal dikurangi 2 menit, naik U-bahn nya dari Kröpke
baca Read More......
Posted by
Salam Keadilan
at
11:48 AM
0
comments
PKS Gresik Asapi Nyamuk DBD
(posted in sekilas info)
Gresik - Dewan Pimpinan Daerah Pertai Keadilan Sejahtera, Kabupaten Gresik, Jatim, Jumat (10/11) mengasapi 150 rumah di Desa Karangwungu, Kecamatan Balongpanggang. Pengasapan dilakukan untukmembunuh nyamuk aedes aegypti yang menjadi perantara berkembangnya penyakit deman berdarah dengue.
Di Gresik selama Oktober tercatat dari 21 pasien DBD empat di antaranya positif. Setelah menilai tanda-tanda wabah DBD kembali berjangkit dan memakan korban jiwa. DPD PKS menerjunkan tim menerjunkan tim fogging untuk memberantas dan memusnahkan nyamuk. (kompas.com/061106)
Posted by
Salam Keadilan
at
11:28 AM
0
comments
Friday, November 10, 2006
Dialog Online: "Sarapan Pagi" Bersama Anggota DPR RI
(posted in pengumuman)
Undangan Dialog Online (DOL) PIPPKS de
Bersama
Angota Legislatif DPR RI - Fraksi Keadilan Sejahtera
Ust Ir. Abdul Hakim MM
Tempat: Yahoo Messenger dengan Yahoo ID : marnelis atau sfsd_de
Hari & tanggal: Sabtu, 11 November 2006
Waktu: 08:00 - 09:30 CET
Acara ini terselenggara atas kerjasama
Biro Hubungan Luar Negri PIPPKS.de dengan Region 1
Wassalamualaikum Wr.Wb
Posted by
Salam Keadilan
at
11:22 AM
0
comments
Urgensi Tarbiyah Islamiyah
(posted in Rosmul Bayan)
Seseorang yang telah dididik dengan pola pendidikan Islam, sikap dan perilakunya akan merupakan refleksi total dari keutuhan dirinya yang telah tersibghah nilai-nilai Islam. Akibatnya integritas Islamnya kukuh dan gaya hidupnya Islami. Tidak akan terjadi split personality (kepribadian pecah) yang mengakibatkan seorang muslim kehilangan kepribadiannya dan terseret ke dalam arus gaya hidup yang lain.
Tarbiyah Islam mengarahkan kehidupan seorang muslim berkembang dan terus semakin matang. Sikap, perilaku, dan gaya hidupnya bersifat spesifik islami yang berinteraksi secara posiif, baik internal maupun eksternal. baca Sehingga ia dapat memancarkan arus Islam si tengah-tengah lingkungannya. Ia menjadi manusia yang tangguh yang tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai arus kehidupan yang melandanya. Tegasnya ia menjadi muslim yang muttaqin.
Arti Penting Tarbiyah Islamiyah
Barangkali tidak akan ada yang menyangkal bahwa Muslim yang istiqomah dengan Islam atau dengan kata lain yang berpegang teguh pada din Allah merupakan modal dasar terbenuknya masyarakat Islam. Ia adalah batu bata yang dapat disusun menjadi bangunan. Semakin tinggi dan besar suatu bangunan maka semakin memerlukan batu bata yang kuat dan kukuh.
Di sisi lain berpegang teguh dengan din Allah adalah dasar umum bagi penyelesaian krisis keimanan yang melanda kaum muslimin terutama para pemudanyya. Karena ittu peranan tarbiyah dalam upaya mengatai munculnya gejala krisis konfedensi di kalangan kaum muslimin yang diakibatkan oleh derasnya arus ghazwl fikri (perang pemikiran) semakin jelas. Secara ringkas urgensi dari tarbiyah Islamiyah ini terlihat jelas pada peranannya dalam kehidupan ini.
1. Membentuk generasi yang Islami
Pendidikan islami (tarbiyah Islamiyah) adalah satu-satunya cara terbaik dalam membentuk individu berkepribadian, masyarakat yang ideal dan peradaban kemanusiaan yang tinggi. Hubungan ketiga aspek tersebut saling terkait, karena terbentuknya masyarakat ideal. Sedangkan terbentuknya masyarakat ideal merupakan medium terbentunya peradabn kehidupan manusia yang tinggi.
Apabila ketiga aspek tersebut terwujud maka akan melahirkan kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan hidup. Semua itu dapat diwujudkan melalui Tarbiyah Islamiyah.
2. Merupakan kebutuhan manusia
Manusia adalah makhluk Allah yang mempunyai insting, watak, dan kecenderungan yang berbeda-beda. Ada orang yang didalam kehidupannya dijajah oleh nafsu. Perilaku tersebut tidak ubahnya seperti binatang. Tetapi ada pula manusia yang mampu meningkatkan derajadnya ke tingkat yang paling tinggi. Namun ada juga manusia yang mengikuti kehendak syetan.
Jika manusia dibiarkan dengan kecenderungan dan watak masing-masing tanpa ada upaya pembentukan melalui media pendidikan yang sesuai dengan fitrah kejadiannya, niscaya panorama bumi akan diwarnai dengan kezaliman dan permusuhan.
Sehubungan dengan itu satu-satunya media untuk menyelamatkan manusia dari kenistaan dan jeratan konflik akibat adanya pertentangan ialah tarbiyah islamiyah yang menyeluruh terutama pembinaan iman dan keyakinan.
3. Tarbiyah Islamiyah adalah suatu kewajiban agama
Pendidikan islam adalah wajib, karena ia merupakan sarana terlaksananya kewajiban din yaitu ibadah. Ta’lim adalah bagian dari tarbiyah dan ibadah tidak sah tanpa mengetahui hokum dan syarat sahnya ibadah. Atas dasar tersebut Rasulullah SAW bersabda “ Menuntut ilmu itu ajib bagi setiap Muslim”.
Itulah beberapa bukti dan pertimbangan yang memastikan urgensi tarbiyah islamiyah salam kehidupan. Tetapi perlu kita sadari bahwa tanpa adanya tarbiyah yang terarah dan sistemik mustahil akan mencetak insan yang memiliki Syakhsiyah Islamiyah.
Pengertian Tarbiyah Islamiyah
Dari segi bahasa tarbiyah islamiyah bermakna: Rabba-yarbu (tumbuh berkembang), rabbiya-yarba (tumbuh secara alami), rabba-yarabbu (memperbaiki, meningkatkan). Sedangkan secara istilah Tarbiyah Islamiyah adalah memperbaiki sesuatu, menjaga serta memeliharanya.
Tarbiyaah memiliki pengertian cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung (dengan kata-kata) ataupun secara tidak langsung (dengan keteladanan) untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.
Tarbiyah Islamiyah berarti proses mempersiapkan orang dengan persiapan yang menyenuh seluruh aspek kehidupan meliputi jasmani, ruhani, dan akal pikiran. Demikian juga dengan kehidupan duniawinya, dengan segenap aspek hubungan dan kemaslahatan yang mengikatnya, dan kehidupan akhirat dengan segala amal yang sihisabnya yang membuat Allah ridha atau murka.
Jadi secara ringkas tarbiyah islamiyah adalah proses penyiapan manusia yang saleh, yakni agar tercipta suatu keseimbangan dalam potensi, tujuan, ucapan, dan tindakannya secara keseluruhan. Keseimbangan potensi yang dimaksud adalah hendaknya jangan sampai kemunculan potensi menyebabkan lenyapnya potensi yang lain atau suatu potensi sengaja dimandulkan agar muncul potensi yang lain.
Juga keseimbangan antara potensi ruhani, jasmani, dan akal pikiran, keseimbangan antara kebutuhan primer dan sekundernya, antara cita-cita dan realitasnya, antara jiwa ambisi pribadi dan jiwa kebersamaannya, antara keyakinan kepada alam ghaib dan keyakinan pada alam kasat mata, keseimbangan antara makan, minum, pakaian, dan tempat tinggalnya, tanpa adanya sikap berlebih-lebihan si satu sisi dan pengabaian di sisi yang lain. Benar-benar keseimbangan yang mengantarkan pada sikap yang adil dalam segala hal.
Tujuan Tarbiyah Islamiyah
Secara umum terbiyah islamiyah bertujuan membentuk manusia yang hanya beribadah kepada Allah SWT dan memakmurkan bumi hanya dengan aturan-aturan Allah baik yang berupa wahyu atau pun sunatullah, sehingga lahir suasana kehidupan yang islami di bumi ini.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut dijabarkan dalam tiga tujuan utama dari tarbiyah islamiyah, yaitu:
1. Terbentuknya Tashawur (persepsi) Islami yang jelas.
Islam sebagai din, sebagai pedoman hidup dari Allah SW mencakup seluruh aspek kehidupan dan perilaku untuk seluruh zaman dan ummat manusia. Ketidakmenyeluruhan persepsi terhadap Islam akan mengakibatkan Islam terisolasi dari pentas kehidupan, juga menjadi sumber bid’ah, khurafat, takhayul, dan tradisi jahiliyah serta berbagai kontradiksi. Bahaya persepsi yang parsial (Juz’I) dijelaskan dalam firman Allah Q.S. Al Baqarah:85 sedangkan kejelasan dan keuniversalan Islam terlihat pada firman Allah Q.S. An-Nisaa’:89.
2. Membentuk Syakhsiyah Islamiyah (pribadi yang Islami)
Pribadi yang Islami adalah pribadi yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bahan utama pembentuk kepribadiannya, sehingga identitas dirinya benar-benar mencerminkan keislamannya.
Komponen dasar bagi terbentuknya kepribadian seseorang adalah keyakinan, pendirian, perasaan, pemikiran, watak, performa, dan perilaku. Dan akidah islamiyah adalah dasar pembentukan dari semua komponen tersebut.
Tarbiyah ilamiyah diharapkan menghasilkan buah yang baik. Buah yang diharapkan dari pembinaan islami (tarbiyah islamiyah) adalah terciptanya sosok pribadi Muslim yang ideal, pribadi muslim yang kaffah. Yaitu pribadi muslim yang mengimplemetasikan nilai-nilai Islam secara keseluruhan, tidak hanya bagian per bagian. (Ukkiunsoed/harokah.blogspot.com)
Maraji’:
- Urgensi Tarbiyah Islamiyah. Drs. Abu Ridho
- Tarbiyah Rasulullah. Najib Khalid Al Amir.
Posted by
Salam Keadilan
at
10:55 AM
0
comments
Thursday, November 09, 2006
TOL : "Membagi Waktu antara Da'wah, Karier dan keluarga"
(posted in pengumuman )
Undangan Taujih Online PIPPKS
dalam serial :
Menuju Keluarga Da'i yang
Sakinnah Mawaddah Warrahmah
(Keluarga Da'i SaMaRa)
dengan tema :
Membagi Waktu antara Da'wah, Karier dan keluarga
Bersama
Pembicara: Ust. Abdul Hakim.
(Anggota DPR RI Fraksi PKS)
Tempat: Yahoo Messenger dengan Yahoo ID : susilawati107
Hari & tanggal: Kamis, 9 November 2006
Waktu: 20:00 - 21:30 CET
Acara ini terselenggara atas kerjasama
Forum Akhowat PIPPKS Region 1 dengan Bidang Kewanitaan PIPPKS
Wassalamualaikum Wr.Wb
Posted by
Salam Keadilan
at
11:38 AM
0
comments
"Makar Bisa Buat Islam Tambah Mekar"
(posted in sekilas info)
Jakarta- Sikap Islamophobia yang belakangan muncul, baik dari dalam maupun luar negeri meski disikapi sebagai realitas yang akan terus muncul. Umat Islam dan tokoh-tokoh Islam di manapun berada justru harus menyikapinya dengan ajakan (dakwah), seraya memberikan keteladanan kepada siapa pun, termasuk yang menentangnya.
"Makar bisa buat Islam tambah mekar" demikian ungkapan Al Muzzammil Yusuf dalam menyikapi berbagai sikap dan pernyataan bernada negatif yang dialamatkan kepada Islam dan umat Islam, Kamis (19/10) di Jakarta. baca
Muzzammil menyatakan, sikap-sikap phobia Islam yang akhir-akhir ini muncul di tingkat nasional dan terutama internasional harus bisa diambil pelajaran oleh ummat dan tokoh-tokoh Islam. Dia berpendapat, sikap phobi dan antipati terhadap Islam sebagai realita yang akan selalu ada. "Akan selalu ada. Dulu, sekarang dan akan datang. Bedanya hanya isu dan
bentuknya saja," katanya.
Umat Islam, kata Muzzammil, perlu menyikapinya dengan dakwah (ajakan) secara bijak, keteladanan yang konkrit dan visi dakwah yang jelas. Namun dia menyaratkan respon pada setiap upaya makar kepada Islam sangat terkait dengan situasi dan kondisi ruang dan waktu.
"Yang bijak dan berketeladanan dan visioner di Indonesia tentu relatif beda dengan tuntutan di Palestina," tandas aleg PKS dari daerah pemilihan Lampung ini.
Dia melanjutkan, bila umat Islam bijak, berketeladanan dan visioner di masing-masing tempat, dirinya optimis Islam justru akan tambah berkibar di manapun, meski di tengah tuduhan negatif dan antipati terhadap umat Islam. "Makar justru berbuah mekar," katanya meyakinkan. (fpks-dpr-ri.com/mca/301006)
Read More......
Posted by
Salam Keadilan
at
7:31 AM
0
comments
Wednesday, November 08, 2006
Mabit Berlin : "Melestarikan Semangat Ramadhan"
(posted in Pengumuman)
Assalamu'alaikum wr.wb.
Ba'da tahmid dan shalawat.
Atas nama masjid Al-Falah Berlin, dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/I sekalian untuk mengikuti acara Mabit dengan tema "Melestarikan Semangat Ramadhan".
Acara ini Insya Allah akan diselenggarakan pada:
Waktu : Sabtu-Ahad, 11-12 November 2006,
Pukul 18.00 CET (Sabtu) s.d. 07.00 CET (Ahad)
Tempat : Masjid Palestina, Osloerstr. Berlin.
Acara a.l. : Taujih, Hafalan, Qiyamullail, Kultum, Sarapan bersama.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Semoga acara ini dapat menjadi sarana kita untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan dan ukhuwah di antara kita. Amiin.
Catatan:
1. Petunjuk menuju tempat acara:
Dari Berlin Hauptbahnhof, naik S-Bahn (S5[Strausberg] , S7[Ahrensfelde] , S75[Wartenberg] , S9[Schoenefeld] ) turun di Bahnhof Alexanderplatz, lalu naik U-Bahn U8 richtung Wittenau turun di Osloerstr, lalu jalan kaki ke arah Domaene. Masjid ada di lantai 4 di gedung yang ada tulisan "DAA".
Atau dari Berlin Zoogarten naik U9 turun di Osloerstr. dan jalan kaki sesuai petunjuk di atas.
2. Diharapkan membawa schlafsack / alas tidur masing-masing.
3. Makan malam harap disiapkan masing-masing (makan dulu di rumah atau membawa sendiri ke masjid).
4. Sarapan disiapkan oleh panitia.
5. Khusus untuk peserta akhwat: tidak menginap; hanya ikut sampai acara taujih malam selesai; sekitar pukul 21.00
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Adila A. Krisnadhi
a.n. Panitia
baca
Posted by
Salam Keadilan
at
8:04 AM
0
comments
Bencana Alam: PKS Bantu Korban Angin Puting Beliung
(posted in sekilas info)
"Bantuan ini diprioritaskan kepada warga Tanjungkarang Pusat (TKP). Dibandingkan dengan kecamatan lain, TKP memang perlu banyak tenaga untuk membantu mendistribusikan bantuan," kata Purwanto, Ketua Bidang Kesra DPD PKS Bandar Lampung.
Secara bergotong royong, bantuan berupa genting, asbes, didistribukan dan sekaligus dipasang ke setiap rumah warga. Di Tanjungkarang Timur, bantuan material juga diberikan kepada warga yang menjadi korban.
Menurut Andi Wahyudi, Bidang Kesra DPC PKS Tanjungkarang Timur, bantuan material berupa asbes dan kayu disampaikan kepada warga di Jalan Hanoman. "Kami prioritaskan kepada dua rumah yang paling parah terkena puting beliung."
baca
Ia mengatakan mengatakan upaya tersebut sebagai wujud kepedulian partai atas musibah yang terjadi. "Bantuan ini sebagai wujud kepedulian atas musibah yang melanda Bandar Lampung," katanya.
Ia juga menambahkan partainya berupaya bergerak cepat atas kejadian yang timbul di tengah-tengah masyarakat, termasuk soal bencana alam.
Sementara itu, Ketua DPC PKS TKT, Andre, mengatakan upaya partai yang dipimpinnya memang belum menuntaskan permasalahan.
Namun, paling tidak, itulah yang bisa dilakukan sebagai wujud ikut merasakan penderitaan warga yang rumahnya rusak.
"Yang kami lakukan memang jauh dari paripurna, tetapi inilah yang bisa kami berikan. Mudahan-mudahan bisa meringankan beban warga yang rumahnya rusak," kata Andre. (lampungpost.com/061106)
Read More......
Posted by
Salam Keadilan
at
7:53 AM
0
comments
Tuesday, November 07, 2006
Blog Salkepun Bermetamorfosa...
(posted in dari redaksi)
Menemui pembaca blog salke tercinta dimanapun berada, semoga antum semua dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan selalu.
Tahukan anda sekalian, bahwa blog salke mengalami perubahan? dapatkah anda menerkanya, kira-kira dibagian manakah perubahaan itu terjadi? Coba layangkan pandangan anda sejenak ke seluruh isi blog. Nah! Anda sudah menemukannya bukan?.
Yah, Anda benar. Di bagian statistik virtuallah, blog salke berubah. 'Kalkulator digital' bernama free counter, yang mampu dengan teliti mengkalkulasi jumlah pengujung, mengindentifikasi asal negara dan mempetakan lokasi serta mengreviewkan asal negara, kini telah berganti.
Tampilannya yang warna-warni membuat elok blog, formatnya yang unik mencerahkan mata untuk memandang dan penghitungannya yang jitu, menambah blog makin hidup lebih hidup. Namun sayang, manusia boleh punya rencana tapi Allah jualah yang menentukannya bukan?.
Begitulah nasib Free counter yang kami tampilkan, ia nyala beberapa saat tepatnya setengah bulan selanjutnya 'wassalam'. Kenapa? ah, sejarahnya panjang. Yang penting, sekarang link ini berganti. Sangat bersahaja, penuh qona'ah serta lebih tawaddu. Moga keberedaannya berkenan pula dihati Anda sekalian.
Pembaca budiman, itu dulu dari kami. Selamat menyimak blog ini. Perubahan adalah niscaya, bahkan ia sudah menjadi sunnah ilahiyah atas alam ini. Tiada kekekalan, kekekalan sejati hanya milik Allah, Dzat Yang Maha Kekal.
Wassalam
Redaksi
Posted by
Salam Keadilan
at
11:36 AM
0
comments
Meminimalisir Konflik Dengan Komunikasi Efektif
(posted in like skill)
A. Definisi Konflik
1. Konflik adalah pergesekan atau friksi yang terekspresikan di antara dua pihak atau lebih, di mana masing-masing mempersepsi adanya interferensi dari pihak lain, yang dianggap menghalangi jalan untuk mencapai sasaran.
2. Konflik hanya terjadi bila semua pihak yang terlibat, mencium adanya ketidaksepakatan.
B. Komunikasi Konflik
Ada lima macam gaya komunikasi Anda yang bisa memicu konflik.
1. Komunikasi Negatif
Anda pasti mengetahui bahwa ada orang atau pihak tertentu yang 'secara alamiah' berperilaku seperti Tom and Jerry. Perilaku seperti ini cenderung melekat secara konstan, karena sifatnya lebih menyerupai karakter diri dari pada penyakit yang harus disembuhkan. baca
Apa yang pasti dari perilaku seperti ini, adalah efeknya yang buruk terhadap pihak lain. Karakter ini dapat menyedot dan menghabisi antusiasme, energi dan rasa percaya diri orang-orang sekitar.
Apa yang dapat dilakukan dengan gejala ini, adalah mendorong orang yang bersangkutan untuk mengkonfrontir perilakunya sendiri. Dan ini, hanya dapat dilakukan jika orang-orang di sekitar bisa terlibat aktif dengan memberi masukan tentang perilaku dan karakter negatif itu.
Secara teknis, pendekatan terbaik yang dapat dilakukan adalah melatih apa yang disebut dengan "I message". Contoh pengungkapannya adalah sebagai berikut:
"Saat SAYA mengutarakan suatu pendapat atau usulan, SAYA merasakan bahwa sikap negatif Anda membuat SAYA frustrasi, dan SAYA menemukan bahwa bekerjasama dengan Anda menjadi lebih sulit dari semestinya."
Orang yang berkarakter negatif, memiliki kecenderungan untuk mempersepsi segala sesuatu yang sampai di telinganya, apa yang bisa terlihat oleh matanya, sebagai bentuk-bentuk serangan. Sikap negatifnya, adalah bagian dari sistem survivalnya. "I message" dalam hal ini, adalah untuk meredam persepsi itu.
Jika Anda merasa punya banyak "musuh", karakter Anda mungkin harus dibenahi.
2. Komunikasi Blaming
Masih ingat yang satu ini: "Litle-litle to me. Litle-litle to me. Salary no up-up." Maksudnya, "Dikit-dikit saya. Dikit-dikit saya. Gaji mah kagak naek-naek." Inilah yang terjadi, pada korban dari orang yang memiliki kecenderungan komunikasi blaming. Ia cenderung menyalahkan -- dan selalu menyalahkan orang-orang di sekitarnya.
"I message" yang ditimpali dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik, adalah cara terbaik untuk mengakalinya. Carilah isu utama dari sikap menyalahkan itu, tangani satu per satu, jangan sekaligus.
Jika Anda sering melihat orang lain salah, mungkin Anda memang sering menyalahkan. Jika memang demikian, latihlah untuk selalu spesifik dan detil berkaitan dengan suatu kesalahan.
3. Komunikasi Superior
Anda mungkin boss. Waspadalah. Cara berkomunikasi ini dipenuhi dengan perintah, nasehat, dan pesan-pesan yang penuh moralitas. Semua itu memang diperlukan, akan tetapi jika setiap kalimat dan uraian yang keluar dari mulut melulu hanya tentang itu, maka kepekaan dari orang-orang sekitar akan menyusut jauh.
Bahkan, komunikasi seperti ini akan membuat orang-orang di sekitar menjadi bosan. Mereka akan mengalami frustrasi, penolakan dan bahkan dalam tingkat tertentu akan memunculkan inspirasi untuk mensabotase.
Sekali lagi, "I message" yang ditimpali dengan pendekatan asertif (emosi dan personal), bisa sangat membantu keadaan.
Anda mungkin boss. Waspadalah. Cobalah untuk lebih asertif dan personal. Sering-seringlah mengobrol dengan bawahan.
4. Komunikasi Tidak Jujur
Seringkali, ketidakjujuran dalam berkomunikasi akan menciptakan "kegagalan mendengar". Lebih dari itu, cara komunikasi ini akan menciptakan "kegagalan berempati". Ciri-cirinya, apa yang dikomunikasikan hanyalah berbagai hal di sekitar masalah, dan bukan masalah itu sendiri.
Ada juga ciri-ciri lain, akan tetapi bukan merupakan patokan utama, yaitu komunikatornya cenderung menggunakan kata-kata "Kita". Padahal, maksud "kita" di sana tidak lebih dan tidak kurang adalah dirinya sendiri.
Ada kecenderungan, komunikator yang demikian secara sengaja tidak menindaklanjuti perilaku yang tidak profesional, atau perilaku yang dapat merusak tim kerja, padahal bisa ditindaklanjuti. Semuanya itu, jelas akan mengarah pada tidak berfungsinya tim kerja. Untuk
membenahinya, diperlukan sebuah suasana yang terbuka, jujur, saling menghormati, berhenti saling menyalahkan, saling mengganggu, dan menyediakan akses bagi setiap orang.
Jika Anda sering bekerja dengan menyendiri, waspadai gaya komunikasi ini.
5. Komunikasi Selektif
Komunikatornya dalam hal ini, sering berasumsi tentang apa yang perlu diketahui oleh orang lain. Ia tidak berfokus pada apa yang secara obyektif memang perlu diketahui orang lain. Perilaku ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk tetap memegang kekuasaan,
mempertahankan status quo.
Untuk membenahinya, diperlukan keterbukaan dan akses kepada setiap informasi yang penting.
Contoh Komunikasi Yang Tidak Efektif
Contoh-contoh cerminan komunikasi yang dapat mensabotase tim:
"Yang penting kerjaan ana beres."
Sikap ini akan memperlemah kekuatan dan kerjasama tim.
"Bukan saya yang salah kok."
Ini juga tidak sehat, sebab sama dengan mengatakan "Yang salah orang lain."
"Kalo Dia yang salah ya biarin aja, toh bukan saya."
Sikap ini juga tidak membantu tim.
Sikap-sikap seperti di atas akan menghancurkan tim kerja secara keseluruhan.
C. Lima Ciri Komunikasi Positif
1. Kita Senasib Sepenanggungan
Unjuk kerja kelompok atau tim, dipersepsi lebih penting daripada unjuk kerja individual. Gaya menyalahkan, disadari atau tidak akan meroketkan unjuk kerja salah satu anggota tim, tapi tidak melejitkan unjuk kerja tim secara keseluruhan.
2. Tidak Ada Anggota yang Lebih Penting dari Anggota Lain
Saat seseorang merasa dirinya lebih penting dari orang lain, maka Ia akan terjebak pada komunikasi superior. Akibatnya, komunikasi yang efektif akan macet, dan digantikan oleh kompetisi yang tidak sehat. Saat setiap orang merasa sejajar, komunikasi akan lebih terbuka, dan suasana kerjasama dan kolaborasi akan meningkat.
3. Keterbukaan dan Kejujuran Adalah Penting
Jika Anda hanya berpikir tentang 'berbalas pantun' saat berkomunikasi, Anda telah melupakan proses mendengar yang efektif. Ini artinya, Anda telah terlibat dalah komunikasi yang kurang jujur. Ini mirip dengan sikap saat menyetujui sesuatu dengan setengah hati dan mencoba bersikap lemah lembut serta sopan.
Orang timur memang manis, tapi waspadalah untuk tetap selalu jujur. Apa yang penting dalam sopan-santun, adalah bagaimana mengungkapkannya, dan bukan menghindari atau berpura-pura setuju, atau berpura-pura tidak tahu. Ingatlah, tak ada ruang untuk ketidakjujuran.
Keterbukaan dan kejujuran dalam berkomunikasi, menuntut kemampuan untuk mendengar efektif dan berempati. Mendengar dengan menyimak, akan menempatkan diri Anda pada perspektif orang lain. Dengan begitu, Anda akan lebih empatik, dan empati akan mengurangi sikap menghakimi orang lain.
4. Akses Informasi untuk Setiap Orang
Informasi akan memfasilitasi kolaborasi dan kerjasama. Lebih dari itu, informasi akan memfasilitasi proses pengambilan keputusan yang jelas-jelas bukan keputusan perorangan.
Setiap keputusan yang diambil, akan selalu disertai dengan ketidakpastian dalam hal tertentu. Maka, keterbukaan informasi akan menurunkan risiko ketidakpastian itu.
5. Fokus pada Sasaran, Tujuan dan Misi Tim
Tanpa fokus, bias kecil akan menjadi halangan besar.
Read More......
Posted by
Salam Keadilan
at
9:48 AM
0
comments
Monday, November 06, 2006
Dengan Persatuan dan Ahlak, Ibukota Bisa Terbangun Pesat
Jakarta- “Kita harus merangkul sebanyak mungkin elemen masyarakat untuk dapat membangun dan menghadirkan kebaikan bagi ibukota Jakarta“. Demikian disampaikan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, dalam acara Halal bil Halal dan Silaturahim Keluarga Besar DPD PKS Jakarta Selatan di Masjid Elnusa Cilandak Jakarta Selatan (4/11).
Komitmen untuk membangun Jakarta menjadi lebih baik, kata Hidayat, juga datang dari berbagai kelompok masyarakat di DKI Jakarta. Karenanya kata Hidayat, PKS harus bisa menjadikan mereka mitra dan bukan sebagai pesaing.
Selain menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, untuk membangun Jakarta menjadi lebih maju, kata Hidayat, juga harus diikuti oleh semangat belajar yang tinggi dan pemahaman yang dalam tentang ilmu. “Semakin banyak kita mendapatkan amanah, semakin kita harus benar-benar profesional memahami bidang ilmu yang kita kuasai,” terang Hidayat.
Selain itu, Hidayat juga meminta para kader dan simpatisan PKS terus berkerja keras untuk kemenangan dakwah, dengan tetap komitmen menghadirkan politik yang bersih. “Dengan kerja keras yang berbasiskan moralitas, ternyata suatu bangsa bisa maju dengan pesat” jelas mantan Presiden PKS ini.
Selain Hidayat, hadir dalam acara halal bil Halal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta Marwan batubara, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ahmad Heryawan, Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Igo Ilham dan Nurjannah Khulwanih serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Jakarta Selatan Chairudin.
Dalam kesempatan tersebut, Chairudin mengingatkan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS Jakarta Selatan untuk mempersiapkan diri guna kemenangan PKS pada Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2007 dan Pemilu 2009. (pk-sejahtera.org/ningsih/051106)
baca
Posted by
Salam Keadilan
at
11:27 AM
0
comments
Sunday, November 05, 2006
Kebahagiaan Menjadi Penghuni Madrasah Ibtila'
(posted in taujihat)
Jiwa menjadi jernih, hati mereka menjadi bening, dosa-dosa mereka telah berguguran, dan taubat mereka telah diterima. Mereka khusyu', tunduk, dan berserah diri kepada Rabb mereka. Mereka bertawakkal kepadaNya dengan sebenar-benar tawakkal dan mereka kibaskan tangan mereka terhadap selainNya.
Barangsiapa berhasil lulus dari Madrasah Ibtila' ini niscaya akan menjadi salah seorang imam dalam dien dan pemimpin yang membawa petunjuk.
"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah : 24)
Dari Madrasah Ibtila' ini telah lulus 'Ammar bin Yasir, Bilal bin Rabbah, Shuhaib, Salman, Khabbab bin Arat, Khubaib bin 'Adiy, dan sahabat-sahabat yang lain.
Dari madrasah ini pula telah lulus Sa'id bin Jubair, Malik bin Anas, Abu Hanifah, dan seorang murid terhebat yang selanjutnya menjadi guru terhebat pula di madrasah ini, Imam Ahmad bin Hambal.
baca
Dari madrasah ini pulalah Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, as-Sarakhsiy, dan para ulama amilin mujahidin fi sabilillah berasal.
Maka menjadi salah satu alumnus Madrasah megah ini merupakan suatu kebanggaan bagi anda, wahai saudaraku. Madrasah yang pelopornya dan gurunya yang pertama adalah Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam. Beliau yang telah bersabda :
"Aku sudah dianiaya di jalan Allah ketika belum seorangpun di aniaya"
(dikutip dari buku "Taujih Aktivis Muslim" oleh DR. Najih Ibrahim)
Saudaraku, benar sekali apa yang dikisahkan di atas, bahwa madrasah Rasulullah dan para sahabat telah mencetak manusia-manusia hebat, manusia luar biasa. Bukankah Allah menyebutkan bahwa kita adalah umat terbaik? Maka jadilah umat terbaik itu, jangan pernah kita menyerah menjadi umat terbaik.
Bagaimana menjadi umat terbaik? Ikutilah apa yang diajarkan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam, madrasah ibtila', madrasah tarbiyah..
Posted by
Salam Keadilan
at
6:35 AM
0
comments
Tiada Hari Tanpa Militansi
(posted in taujihat)
Kata militansi memang lebih sering dipandang negatif oleh masyarakat, apalagi pada hari ini, ketika "perang terhadap terorisme" sedang lantang-lantangnya digaungkan oleh Amerika Serikat. Orang seringkali mengaitkan kata ini dengan "kekerasan" senjata, "ketidakramahan", atau "intoleransi". Lebih lagi ketika kata ini disandingkan dengan kata Islam, "Islam militan' yang tergambar mungkin sekelompok pemuda berjanggut lebat sedang mengangkat senjata atau bersiap-siap melakukan aksi "bunuh diri". Apakah militansi harus selalu harus diartikan seperti itu?
Bagi seorang muslim yang baik, apalagi bagi seorang aktivis da'wah, militansi mutlak diperlukan. Dan karena hal ini merupakan bagian penting dari keislaman seseorang, kita tentu tidak bisa memaknainya kecuali menurut apa yang dikehendaki oleh Islam itu sendiri.
baca
Islam jelas merupakan agama rahmat, tapi untuk menjamin terwujudnya rahmat di muka bumi tentu dibutuhkan perjuangan serta upaya yang optimal. Islam merupakan agama yang adil, tapi agar keadilan terwujud diperlukan komitmen yang sangat kuat. Islam sudah barang tentu merupakan agama yang indah, tapi keindahan sejati tidak akan pernah tertampakkan tanpa adanya keseriusan dan kesungguh-sungguhan dari para `pelukisnya'.
Di sinilah arti pentingnya militansi bagi seorang muslim. Militansi yang kita maksud di sini adalah jiddiyah (kesungguhan), hamasah (semangat), dhawabit (disiplin), komitmen, dan istiqamah. Kalau begitu, tentu saja tidak ada masalah dengan militansi, karena itu memang diperintahkan oleh Islam sekaligus dibutuhkan untuk menegakkan nilai-nilainya di muka bumi. Tanpa militansi, nilai-nilai kebenaran, kebaikan, rahmat, keadilan, serta keindahan sejati tidak mungkin terwujud dengan baik.
Militansi yang harus tumbuh pada diri setiap aktivis da'wah adalah seperti militansi yang pernah dicontohkan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya. Militansi Nabi SAW dan para sahabat adalah militansi yang seimbang dan pertengahan. Ia bisa berbentuk ketegasan terhadap musuh, tapi lembut terhadap saudara seiman.
Ia adalah ketegasan sikap yang tidak mengabaikan akhlak yang mulia. Ia adalah teguran yang keras untuk meluruskan kesalahan, sebagaimana Nabi SAW menegur sahabatnya ketika khilaf, menyakiti perasaan saudaranya. Namun, ia juga merupakan kecintaan yang mendalam serta perbuatan yang menyenangkan, sebagaimana Nabi SAW berdiri ketika jenazah seorang Yahudi sedang diusung. Jadi seorang muslim yang militan berkomitmen pada Islam dan mengetahui bagaimana ia harus bersikap dan berbuat sesuai dengan tuntunan Islam.
Militansi menuntut totalitas. dalam penerimaan dan pelaksanaan seluruh nilai-nilai serta amaliah Islam. Ini seperti Umar bin Khattab yang memusuhi Nabi sangat pada masa pra-keimanan, kemudian membela Nabi sangat setelah berjumpa hidayah. Militansi menuntut kesungguhan dalam berjuang, seperti seorang sahabat yang membuang kurma-kurmanya di Perang Badar karena tak sabar menanti syahid.
Militansi memungkinkan munculnya vIsi yang sangat kuat, seperti Anas bin Nadzar yang sudah mencium wangi surga ketika menginjakkan kakinya di peperangan Uhud, atau seperti para sahabat yang "melihat" surga dan neraka ketika tengah duduk di majelisnya Rasulullah SAW. Militansi akan melahirkan motivasi nan tinggi, seperti Amr bin Jamuh yang tetap ngotot pergi ke medan jihad dengan satu kakinya yang pincang.
Militansi mengharuskan adanya konsistensi, seperti jihadnya Abu Ayyub yang tidak kenal lelah kendati sudah tua usia, atau seperti amal seorang guru Imam Hanafi yang meninggal dunia tatkala shalat.
Militansi mewajibkan kesabaran, seperti sabarnya Ayyub a.s. menanggung sakit, atau sabarnya Nuh AS berda'wah ratusan tahun. Militansi menggambarkan semangat, seperti semangat para tabi'in yang merantau ke beberapa negeri hanya untuk mencari sebuah hadits, atau seperti semangat belajar Imam Thabari dan Al-Biuni yang masih berdiskusi agama beberapa detik sebelum meninggalnya.
Militansi berasal dan keyakinan yang dalam, seperti keyakinan Abu Bakar setiap saat pada "sahabatnya" tanpa perlu pembuktian rasional apa pun, atau seperti Abu Dzar yang meyakini janji Nabi tentang dirinya tanpa perlu membuktikannya secara langsung.
Militansi juga berarti keberanian, seperti keberanian Ibnu Mas'ud membaca Al-Qur'an depan musyrikin Qunaisy hingga dipukul babak belur, atau seperti Khudzaifah yang seketika berdiri untuk mengintai musuh di malam yang gelap tatkala Nabi berkata "Qum!!"
Militansi juga bermakna ketundukan dan kepasrahan pada Allah seperti ibadahnya Abu Darda yang nyaris melupakan hak-hak diri dan keluarganya, atau seperti infaqnya Abu Bakar dan Abdurrahman bin Auf yang nyaris mengabaikan kebutuhan diri dan keluarganya.
Militansi bermakna kecintaan yang mendalam pada Nabi SAW seperti Bilal yang tak sanggup melantunkan adzan setelah wafatnya Nabi, atau seperti Ibnu Umar yang berharap tapak-tapak untanya mengenai bekas-bekas tapak unta Nabi dalam setiap penjalanannya.
Dan akhirnya, militansi adalah istiqamah di jalan-Nya, sebagaimana istiqamahnya Ali, Salman, dan seluruh sahabat lainnya, yang tak pernah bisa digoda dunia hingga akhir hayatnya. “Wa laa tamuutunna illa wa antum muslimuun” “dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim'.
Seperti itulah makna militansi bagi seorang muslim sejati, dan terutama bagi seorang aktivis da'wah. Karena itu, ia seharusnya dipegang teguh setiap saat. Ia harus menjadi slogan abadi yang terus mengawal dan menaungi penjalanan hidup seorang aktivis da'wah.
Tiada hari tanpa militansi!!
Posted by
Salam Keadilan
at
12:01 AM
0
comments
Friday, November 03, 2006
Taujih Online PIPPKS; Membangun Kebersamaan Visi dan Misi Dakwah
(posted in pengumuman)
Undangan Taujih Online PIPPKS
dalam serial :
Menuju Keluarga Da'i
Yang Sakinnah Mawaddah Warrahmah
(Keluarga Da'i SaMaRa)
dengan tema :
Membangun Kebersamaan Visi dan Misi Keluarga
dalam Mengemban Amanah Da'wah
Bersama
Pembicara: Ust. Maliki Samiun, Lc.
Tempat: Yahoo Messenger dengan Yahoo ID : susilawati107
Hari & tanggal: Jum'at, 3 November 2006
Waktu: 20:00 - 21:30 CET
Acara ini terselenggara atas kerjasama
Forum Akhowat PIPPKS Region 1 dengan Bidang Kewanitaan PIPPKS
Wassalamualaikum Wr.Wb
Ineu Rahman
Posted by
Salam Keadilan
at
8:00 AM
0
comments
Thursday, November 02, 2006
Terjajah ExxonMobil di Cepu
Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule.
Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusahaan asing.
Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? baca Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur 16 tahun, "Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri."
Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu selama 20 tahun sampai 2030.
Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600 juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.
Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya
sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan "pokoknya tidak".
Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander.
Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, "Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?"
Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri.
Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, "Man does not live by bread alone." Dalam hal blok Cepu, dua argument berlaku, yaitu man does not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina.
Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya konsumsi.
Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa?
Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.
Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, "Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary kepada anak buah Anda." Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.
Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.
Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap,isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya dibatalkan.
Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice president-ya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.
Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan tugasnya. "I am just doing my job". Kepala Bappenas mengatakan lagi, "Teruskan saja kepada pemerintah Anda di Washington semua argument penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima."
Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.
Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, "Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi di salah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri." (Kwik Kian Gie/Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas/jawapos.com/190905)
Posted by
Salam Keadilan
at
2:17 PM
0
comments
Wednesday, November 01, 2006
Salke Edisi November 06 Terbitlah Sudah
(posted in pengumuman)
Alhamdulillah Bulletin Salam Keadilan (salke) edisi November 2006 kini sudah terbit dan bisa dinikmati kembali. Kehadirannya kini bukan hanya versi hard copy (cetak) yang didapatkan melalui kontak person kota PIPPKS di antero jerman, melainkan juga bisa dengan mudah anda dapatkan soft copynya melalui blog ini. Salke ikuti petunjuk dibawah ini.
Berikut langkah mudah untuk mendapatkan bulletin salam keadilan edisi november 2006 :
1. Klik berikut salam keadilan jerman edisi november 2006
2. Tunggu sejenak sampai window salke terbuka penuh
3. Save di komputer anda.
Jika anda bermaksud mengprint out salke, kami sarankan untuk menggunakan paper berjenis A3 (supaya lebih optimal sesuai dengan versi aslinya), meski bisa juga diprint dengan kertas A4. Sengaja salke diformat dalam bentuk buklet, untuk mempermudah pencetakan.
Bagi anda yang sudah mencoba mendownlad tapi karena satu dan lain hal, mengalami gangguan, silahkan tulis pesan pada kolom disamping kanan, insyallah moderator akan segera mengkirimkan file salke langsung ke email pribadi anda. so, buruan !
Posted by
Salam Keadilan
at
9:52 PM
0
comments
Dukungan Kepada Zul-Marissa Luar Biasa
(posted in sekilas info)
Banten- Dukungan demi dukungan terhadap Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten, Zulkieflimansyah dan Marissa Haque terus mengalir. Selama bulan Oktober ini, sedikitnya 5 tokoh dan organisasi menyatakan dukungan kepada Zulkieflimansyah-Marissa.
Ketua DPD Partai Demokrat Banten Usamah Hisyam mendeklarasikan dukungan kepada Zulkieflimansyah dan Marissa. Bersamaan kegiatan Halalbihalal di rumahnya di Puspita Loka, BSD City, Tangerang, Banten. (29/10), Usamah melakukan kontrak politik dengan pasangan yang diusung PKS dan PSI ini.
Dukungan terhadap Zul kata Usamah, Karena Zul merupakan tokoh muda, dan calon yang dinilainya sering melakukan silaturahmi. Selain itu, Zul mau melakukan kontrak politik. baca
Kamis (26/10) dengan didampingi Ketua MUI Pasar Kemis KH Marzuk Dimyati, Zulkieflimansyah bertemu dan bersilaturahmi dengan tokoh dan pendiri Provinsi Banten yang juga anggota DPD H Sagaf Usman. Dalam kesempatan itu Zul sapaan akrab Zulkieflimansyah mengatakan bahwa Sagaf Usman memberi dukungan kepada dirinya sebagai bentuk keprihatinan beliau terhadap kepemimpinan Banten sekarang.
Dukungan juga datang dari Puluhan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM). Di salah satu rumah makan di Serang para aktivis ini mendeklarasikan solidaritas rakyat Banten untuk Zulkieflimansyah-Marissa Haque (Sorban ZM), (17/10).
Dalam deklarasinya, yang dihadiri oleh Sekretaris PSI Banten Bambang dan Fitron Nur Ikhsan yang mewakili PKS, Sorban ZM berkomitmen menjaga Pilkada damai dan memenangkan pasangan Zul-Marissa.
Masyarakat buruh pun memberikan dukungan kepada pasangan muda Zul-Marissa. Kontrak politik dilakukan antara Zul dan aktivis buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), (11/10)
Selain dari para tokoh dan organisasi massa, dukungan juga datang dari Keluarga Besar Putra-putri Polri (KBP3). Anggota inti KBP3 Kabupaten Tangerang Budi Usman, mengatakan bahwa Zul memiliki histori keluarga yang terlahir dari pensiunan Polri. “Karenanya kami mengambil sikap untuk mendukung beliau,” kata Budi kepada wartawan di sela-sela acara silaturahmi BP3 ke kediaman Zulkieflimansyah, di Perumahan Anggrek Loka, BSD Serpong, Kabupaten Tangerang. (8/10).
Sebelumnya 120 kyai dan tokoh Banten juga menyatakan mendukung pasangan Zul-Marissa. Para kyai yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Kyai dan Tokoh (FSKT) Banten, menandatangani kontrak politik dengan pasangan Zulkiefliemansyah-Marissa Haqque di Serang, (19/9).(pk-sejahtera.org/ningsih/311006)
Posted by
Salam Keadilan
at
9:07 PM
0
comments
Tuesday, October 31, 2006
Beribadah dengan Berpolitik
(posted in syariah)
Apa yang dimaksud dengan beribadah dengan politik dan bagaimana caranya?
Henny
dzar_alghiffari at eramuslim.com
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatllahi wabarakatuh,
Beribadah dengan berpolitik itu berangkat dari pemikiran bahwa agama Islam itu adalah agama yang mencakup semua askep kehidupan. Bukan agama yang hanya mengurusi ritual teknis belaka.
Semua sisi kehidupan diyakini merupakan bagian utuh dan satu kesatuan, di mana syariah Islam ini punya otoritas untuk mengaturnya. Salah satu sisi kehidupan itu adalah wilayah politik.
Beribadah dengan berpolitik itu bukanlah semata-mata bermain-main di dunia politik, juga bukan semata-mata berpolitik demi politik itu sendiri. Namun beribadah dengan berpolitik itu adalah mewarnai kehidupan manusia baca di dunia ini serta mengajak mereka kembali kepada ajaran Allah serta mengamalkan perintah Nabi-Nya, namun lewat jalur-jalur politik.
Memang harus diakui banyak orang memandang bahwa dunia politik itu jahat, culas, penuh nafsu keserakahan, meluap dengan angkara murka serta sarat kebejatan. Kesan ini tidak terlalu salah, bila kita menyadari dan menyelami apa yang benar-benar terjadi.
Namun di sisi lain, pengaruh kekuatan politik itu sendiri pun tidak main-main. Bahkan wajah dunia itu sendiri sebenarnya sangat ditentukan oleh dunia politik. Boleh dikatakan merah dan hitamnya panggung kehidupan umat manusia sangat ditentukan dari sebuah kebijakan politik.
Seribu ceramah dari seribu dai pada seribu hari-hari kerja mereka yang melelahkan itu, nyaris tidak bisa melawan sebuah kebijakan politik yang ada. Angkara murka dan kemaksiatan yang merajalela di suatu negeri, sudah bisa dipastikan lahir dari sebuah kebijakan politik.
Munculnya para pezina, pelacur, penjudi, pemabuk, pemerkosa, penjahat, pencuri, perampok, pencoleng, pembegal serta beragam aktifitas di dunia hitam, juga lahir dari sebuah kebijakan politik.
Hancurnya ekonomi suatu bangsa, bergantungnya mereka kepada hutang luar negeri, rusaknya alam, hilangnya sumber daya, dan kacaunya perdagangan, semua sangat bergantung dari sebuah kebijakan politik.
Kemiskinan, kemelaratan, kelaparan, kehinaan, kekurangan gizi, taraf hidup yang rendah, merosotnya kesehatan, merebaknya penyakit serta munculnya kesengsaraan, selalu berangkat dari sebuah kebijakan politik.
Munculnya dekadensi moral, seks bebas, seks sejenis, majalah porno, pornografi, pornoaksi, lesbianisme, sodomi, wisata seks, pengguguran bayi (aborsi), dan bisnis prostitusi tidak lain adalah anak kandung dari sebuah kebijakan politik.
Mahalnya harga-harga, ekonomi yang mencekik, angka kemiskinan yang meledak, angka pengangguran yang semakin membengkak, kasus PHK yang semakin marak, adalah dampak dari sebuah kebijakan politik.
Ibadah di dunia politik
Ketika dunia politik diisi oleh orang-orang oprtunis yang tidak pernah percaya tuhan, agama dan kehidupan hari akhir, maka jadilah kehidupan umat manusia seperti neraka. Sebab merekalah yang mengambil kebijakan politik sehingga melahirkan beragam azab dan bencana di atas.
Sayangnya, orang-orang shalih yang percaya kepada Allah dan paham kitab suci, umumnya malah lari menghindar dari dunia poiltik. Alih-alih menyelematkan umat, mereka malah mencari tempat berlindung sendiri-sendiri di balik liang kecil sambil memendam kepala di dalam tanah. Memejamkan mata dan berpikir seolah semua ini terjadi begitu saja dan merupakan takdir Allah.
Sayangnya orang-orang yang bersih dan suci ini nyaris tidak mau mengotori tangannya dengan kerja dan usaha terlebih dahulu, sehingga mereka lebih memilih untuk bersembunyi di dalam pesantren dan lembaga pendidikan. Membangun tembok benteng untuk sekedar melindungi diri mereka sendiri. Adapun nasib umat Islam secara keseluruhan yang menjadi korban kebobrokan kebijakan politik srigala culas, seolah tidak pernah menjadi agenda pembicaraan.
Lucunya, di tengah kehancuran yang nyata seperti ini, di mana semua sepakat bahwa penyebabnya memang politk kotor para penguasa bejat, masih saja ada yang berpaham untuk menjauhkan diri dari upaya memperbaikinya. Bahkan mereka malah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan umat Islam berupaya mengantisipasi kebejatan kebijakan politik. Fatwa-fatwa itu seolah mengatakan bahwa beramar makruf dan nahi munkar tepat di titik permasalahannya adalah hal yang haram.
Fatwa haramnya berpolitik dan mendirikan partai pendobrak kejahilan seakan mengandung pesan bahwa kalau mau beramar makruf dan nahi mungkar, jangan pada inti masalahnya, cukup pada masalah cabang dan ranting-rantingnya saja. Jangan tebang akar pohon permasalahannya, cukup setiap hari menyapu membersihkan sampahnya saja.
Padahal bila umat Islam bersatu dengan dimulai dari para ulama dan tokohnya, mereka duduk bersama dan menyamakan langkah, insya Allah dunia politik itu bisa dikuasai dengan baik oleh orang-orang yang shalih. Sehingga semua kebijakan politik yang lahir tidak lain adalah bentuk nyata dari semangat bahwa Islam adalah rahmatan lil 'alamin.
Namun pusat kekuasaan dan dunia politik itu tidak akan begitu saja diserahkan kepada orang-orang sahlih. Kecuali bila dikejar dan direbut langsung secara massal dari orang-orang bejat itu. Dan umat Islam dengan semua elemennya seharusnya bersatu padu untuk mengusir kekuatan mungkar dari dunia politik. Kursi mereka harus direbut, wewenang mereka harus dihapus, kekuasaan mereka harus diakhiri, kelaliman mereka harus disudahi, kejayaan mereka harus diruntuhkan. Jangan ada lagi suara rakyat untuk mereka, yang sudah terbukti culas dan sewenang-wenang.
Sebagai gantinya, majulah orang-orang shalih, orang-orang yang dahinya ada cahaya bekas sujud dan selalu basah dengan air wudhu', orang-orang yang bekerja demi tuhannya, bukan demi kedudukan atau harta, orang-orang yang hanya mencari pahala untuk akhirat, bukan mencari kemuliaan duniawi, orang-orang yang tujuan hidupnya hanya mencari keredhaan Allah semata.
Sebab hanya mereka saja yang layak mengisi dunia politik. Karena kotor tidaknya dunia politik bukan disebabkan nama politik itu sendiri, melainkan disebabkan oleh kekotoran para aktifisnya sendiri, yang memasuki dunia politk tanpa kenal siapa Allah dan siapa nabi-Nya. Mereka inilah yang telah mengharu-biru kehidupan umat manusia selama ini. Padahal mereka sama sekali tidak layak untuk duduk di sana.
Perlunya Ulama Duduk Bersama
Di sinilah perlunya para ulama duduk bersama untuk saling memberikan pandangan dan memperluas wawasan. Kalau ada perbedaan pandangan, janganlah selalu ditanggapi negatif. Justru berbahagialah, sebab perbedaan pendapat itu pada hakikatnya adalah ilham atau ilmu yang Allah SWt turunkan, meski melalui orang lain.
Seorang alim yang mumpuni biasanya selalu minta dikritisi oleh ulama lain, agar bisa mendapatkan hasil ijtihad yang terbaik. Mengklaim diri sebagai pihak yang selalu benar dan pasti harus benar terus, sesungguhnya bertentangan dengan karakteristik keulamaan. Semakin banyak dikritisi pemikirannya, seharusnya semakin gembira, bukan malah tersinggung dan marah-marah sendiri.
Wallahu a'lam bishshawab Wassalamu 'alaikum warahmatllahi wabarakatuh,
(eramuslim.com/ahmad sarwat/270106)
Posted by
Salam Keadilan
at
7:33 AM
0
comments
